Festival Sunan Pojok 2016
Ratusan Peserta Meriahkan Arak-arakan Gunungan dan Obor
Rabu, 26 Oktober 2016, 22:17 bbwiPewarta : Tejo Prabowo
Kemeriahan arak-arakan gunungan dan obor di hari kedua Festival Sunan Pojok 2016, Rabu malam (20/10/2016), di Kota Blora.
BLORA (wartablora.com)—Sedikitnya 300 peserta ikut memeriahkan arak-arakan gunungan dan obor di hari kedua Festival Sunan Pojok 2016, Rabu malam (20/10/2016), di Kota Blora. Peserta yang kebanyakan mengenakan sarung ini arak-arakannya melintasi Jalan Mr. Iskandar, Jalan Gatot Subroto, Jalan Abu Umar, dan Jalan RA Kartini, serta kembali ke Pendopo Kabupaten Blora. Peserta dilepas Bupati Blora Djoko Nugroho dan Wakil Bupati Blora Arief Rohman dari Pendopo Kabupaten Blora.
Sejak selepas maghrib, di alun-alun Blora telah dipenuhi ratusan peserta yang hendak ikut dalam arak-arakan ini. Hujan yang tak terlalu deras mengguyur Kota Blora tak menyurutkan para peserta turut dalam arak-arakan ini.
"Ini adalah hari kedua Festival Sunan Pojok yang ketiga. Sudah sejak 3 tahun lalu, festival ini diadakan," kata Budi Susanto, Ketua Panitia Festival.
Festival ini akan berlangsung hingga Sabtu pekan ini (29/10/2016).
"Sudah 3 tahun berturut-turut kami dari KSB (Komunitas Seni dan Budaya), bersama stakeholder terkait melaksanakan haul dan Festival Sunan Pojok. Rangkaian acara dibuka kemarin (Selasa, 25/10/2016). Lima hari berturut-turut, kami mengagendakan acara ngelik, syiir dan merawis," kata Budi.
Usai arak-arakan, masyarakat yang menghadiri festival di hari kedua tersebut ngalab berkah berebut gunungan yang terdapat 100 buah tumpeng bucu. Seratus buah ini merupakan sajian kenduri rakyat yang secara sukarela disumbang masyarakat yang hadir.
Selesai ngalab berkah, masyarakat yang hadir dihibur dengan pentas Ngelik dan kasidah El-shinta. Hiburan pentas ini digelar di tengah alun-alun Kota Blora.
Untuk agenda di hari Jumat (28/10/2016) adalah Khotmil Qur'an bin Nadlor dan pembukaan kelambu makam Sunan Pojok.
"Puncaknya nanti tanggal 29, acara tahlilan dan pengajian umum oleh KH Mukromin dari pati dan KH Ali Mashuri dari Sidoarjo Jawa Timur," pungkas Budi. (*)