BLORA (wartablora.com)—Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Blora sepanjang 2 bulan terakhir di tahun ini bertambah banyak. Dalam bulan Januari hingga Februari, ditemukan kasus baru penderita HIV/AIDS sebanyak 29 kasus. Dengan bertambahnya kasus baru ini, dalam dua tahun terakhir jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Blora telah mencapai 120 orang.
"Dalam kurun waktu 2 bulan, yakni di Januari dan Februari tahun ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Blora sudah menemukan 29 orang yang teridentifikasi mengidap penyakit HIV/AIDS. Di tahun lalu, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Blora telah ada sebanyak 91 orang," ungkap Sutik S, Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular di Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, saat memberikan penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Lapas Blora, Rabu (8/3/2017).
Dengan bertambahnya penderita HIV/AIDS yang cukup banyak ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Blora dikatakan Edi gencar memberikan penyuluhan-penyuluhan. Salah satu sasaran penyuluhan adalah di Lapas Blora.
"Kegiatan penyuluhan rutin dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora ini adalah wujud dan upaya dari Dinas Kesehatan guna melakukan pencegahan dan penanggulangan terhadap penyakit HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Blora," tandasnya di hadapan para narapidana penghuni Lapas Blora.
Berikan Dampak Positif
Sementara itu Kepala Lapas Blora Yogha Aditya Ruswanto saat memberikan sambutannya di penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS mengatakan, kegiatan penyuluhan ini dapat memberikan dampak positif bagi penghuni lapas.
"Saya berharap dengan adanya kegiatan penyuluhan ini ke depannya dapat memberikan dampak yang positif bagi para warga binaan kami. Mereka yang dulunya belum tahu, sekarang jadi lebih tahu. Sehingga dapat mencegah untuk tidak melakukan hal-hal yang beresiko HIV/AIDS," katanya.
Menurutnya, penyuluhan di Lapas sangatlah penting.
"Dikarenakan para warga binaan penghuni Lapas di Kabupaten Blora ini datang dengan latar belakang permasalahan yang berbeda-beda. Mulai dari narapidana yang terjerat kasus pencabulan, kejahatan disertai kekerasan, hingga yang terjerat kasus pembunuhan pun ada yang di titipkan untuk dibina di sini," ujar Kalapas seraya menekankan penyuluhan HIV/AIDS sangat penting untuk narapidana narkoba.
Kalapas menambahkan, usai melakukan penyuluhan HIV/AIDS ini, pihak Lapas akan mengundang Dinas Kesehatan untuk mengambil sampel darah para penghuni buat diuji laboratorium.
"Semoga hasil uji laboratoriumnya nanti negatif semua," harap Kalapas. (*)
Ari Prayudhanto/wartablora.com