Rabu, 25 Januari 2017, 15:52 WIB

Awas Siklus 5 Tahunan Demam Berdarah

Ilustrasi.

BLORA (wartablora.com)—Siklus lima tahunan serangan  Demam Berdarah (DB) diperkirakan akan terjadi di Blora di tahun 2017 ini. Yakni angka kasus akan membludag, seperti yang terjadi pada tahun 2012 lalu. Untuk itu pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora telah siaga melakukan fogging atau pengasapan jika sewaktu-waktu ditemukan kasus di wilayah tertentu.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Blora, Edi Sucipto ketika dikonfrmasi menyatakan, untuk tahun ini pihaknya sudah memploting anggaran untuk keperluan fogging.  ''Kalau jumlahnya dananya kami perlu cek lagi, hanya saja prinsip jika ada permintaan dari warga untuk fogging dengan latar belakang di lingkungannya ada kasus DB, kami siap,'' jelasnya.

Dari data yang ada,  hingga tanggal 18 Januari lalu,  tercatat sudah ada 13 warga Blora terserang penyakit yang penyebarannya  melalui nyamuk Aedes Aegypty itu. Dari jumlah kasus yang ada tersebut, tersebar di sejumlah Kecamatan. Diantaranya  di Blora Kota, Kecamatan Jepon, Kecamatan Bogorejo, Cepu, Randublatung.

Diperkirakan, ada sejumlah kasus DB di wilayah Kecamatan Lainnya, seperti Cepu, Todanan, Tunjungan dan Banjarejo juga ada serangan, hanya saja belum terdeteksi di Dinkes Blora.

Di tahun  2016,   jumlah kasus DB di Blora masih tergolong tinggi. Yakni  mencapai 713 kasus. Dari jumlah itu,  9 penderita  meninggal dunia.

Terpisah Kepala Dinkes Blora, dokter Heny Indriyani ketika dikonfirmasi menyatakan, hendaknya masyarakat jangan  terpaku dengan tindakan fogging untuk memerangi DB, melainkan justru masyarakat diminta terus  menggalakan  pembasmian sarang nyamuk (PSN). Karena dengan PSN merupakan cara yang efektif untuk menekan angka serangan DB. (*) 



Senin, 24 September 2018

Belasan petani mendatangi DPRD Kabupaten Blora, Senin, 24 September 2018 untuk audiensi. Bertepatan dengan hari tani, mereka menyatakan keinginannya bertani sekaligus bisa mengecerkan pupuk bersubsidi sendiri.


Rabu, 08 Februari 2017

Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved