BLORA (wartablora.com)—Siklus lima tahunan serangan Demam Berdarah (DB) diperkirakan akan terjadi di Blora di tahun 2017 ini. Yakni angka kasus akan membludag, seperti yang terjadi pada tahun 2012 lalu. Untuk itu pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora telah siaga melakukan fogging atau pengasapan jika sewaktu-waktu ditemukan kasus di wilayah tertentu.
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Blora, Edi Sucipto ketika dikonfrmasi menyatakan, untuk tahun ini pihaknya sudah memploting anggaran untuk keperluan fogging. ''Kalau jumlahnya dananya kami perlu cek lagi, hanya saja prinsip jika ada permintaan dari warga untuk fogging dengan latar belakang di lingkungannya ada kasus DB, kami siap,'' jelasnya.
Dari data yang ada, hingga tanggal 18 Januari lalu, tercatat sudah ada 13 warga Blora terserang penyakit yang penyebarannya melalui nyamuk Aedes Aegypty itu. Dari jumlah kasus yang ada tersebut, tersebar di sejumlah Kecamatan. Diantaranya di Blora Kota, Kecamatan Jepon, Kecamatan Bogorejo, Cepu, Randublatung.
Diperkirakan, ada sejumlah kasus DB di wilayah Kecamatan Lainnya, seperti Cepu, Todanan, Tunjungan dan Banjarejo juga ada serangan, hanya saja belum terdeteksi di Dinkes Blora.
Di tahun 2016, jumlah kasus DB di Blora masih tergolong tinggi. Yakni mencapai 713 kasus. Dari jumlah itu, 9 penderita meninggal dunia.
Terpisah Kepala Dinkes Blora, dokter Heny Indriyani ketika dikonfirmasi menyatakan, hendaknya masyarakat jangan terpaku dengan tindakan fogging untuk memerangi DB, melainkan justru masyarakat diminta terus menggalakan pembasmian sarang nyamuk (PSN). Karena dengan PSN merupakan cara yang efektif untuk menekan angka serangan DB. (*)