Selasa, 07 Februari 2017, 23:57 WIB

Kesepahaman Pemkab Blora - Stikes Muhammadiyah Kudus

Diijinkan, ASN Tenaga Kesehatan Kuliah di Stikes Muhammadiyah Kudus

Humas dan Protokol Kab. Blora Bupati Blora Djoko Nugroho dengan Kepala Stikes Muhammadiyah Kudus, Rusnoto SKM, M.Kes, berjabat tangan usai penandatanganan nota kesepahaman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Selasa (7/2/2017).

BLORA (wartablora.com)—Pemerintah Kabupaten Blora mengijinkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di tenaga kesehatan untuk melanjutkan belajar di Sekolah tinggi ilmu kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Kudus. Namun biaya sekolah ini sepenuhnya ditanggung oleh ASN yang bersangkutan.

"Jadi nota kesepahaman ini memberikan kesempatan kepada tenaga kesehatan untuk melanjutkan studinya di Stikes Muhammadiyah Kudus," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora dr. Henny Indriyanti usai penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Blora dengan Stikes Muhammadiyah Kudus, Selasa (7/2/2017).

Penandatanganan ini dilakukan Bupati Blora Djoko Nugroho dengan Kepala Stikes Muhammadiyah Kudus, Rusnoto SKM, M.Kes, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, disaksikan beberapa dosen dan mahasiswa Stikes Muhammadiyah Kudus, juga Sekda Kabupaten Blora Bondan Sukarno dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora dr. Henny Indriyanti.

 Rusnoto, Kepala Stikes Muhammadiyah Kudus, dalam kesempatan memberikan sambutan usai penandatanganan kesepahaman menyampaikan harapannya untuk tenaga-tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Blora.

“Saya yakin bapak-ibu yang bekerja di bidang kesehatan pasti sudah ahli dan lancar melaksanakan tugas. Namun terkadang jika dihadapkan dengan peralatan baru atau metode pengobatan baru pasti akan gugup. Disinilah peran updating keilmuan, dan kami siap kerja sama untuk updating keilmuan ini," katanya.

Sementara itu Bupati Blora Djoko Nugroho dalam sambutannya di acara penandatanganan kesepahaman tersebut menyampaikan harapannya untuk tenaga-tenaga kesehatan di Kabupaten Blora jika nantinya dapat meningkatkan keilmuan yang dibantu Stikes Muhammadiyah Kudus.

"Saya berharap nantinya bisa mempengaruhi kenaikan rangking Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Blora yang saat ini berada di possi 27 dari 35 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah," harap Bupati.

Sayangnya, dalam kesepahaman tersebut tidak ada kekhususan untuk biaya kuliah buat tenaga-tenaga kesehatan di Kabupaten Blora yang ingin update keilmuan di Stikes Muhammadiyah Kudus.

"Jadi biaya kuliah ditanggung sendiri, dan tidak ada kekhususan biaya kuliahnya," kata dokter Henny, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora. (*)



Senin, 24 September 2018

Belasan petani mendatangi DPRD Kabupaten Blora, Senin, 24 September 2018 untuk audiensi. Bertepatan dengan hari tani, mereka menyatakan keinginannya bertani sekaligus bisa mengecerkan pupuk bersubsidi sendiri.


Rabu, 08 Februari 2017

Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved