Pembagian Pil Anti Penyakit Kaki Gajah Terus Digenjot
Senin, 26 Desember 2016, 16:39 bbwi
llustrasi : Istimewa
BLORA (Warta Blora.Com) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora terus menggenjot pembagian obat anti penyakit kaki gajah hingga ke pelosok pedesaan. Masing-masing Puskesmas yang tersebar di 16 Kecamatan di Blora dilibatkan aktif untuk membagikan obat gratis itu, supaya Blora benar-benar terbebas dari penyakit kaki gajah.
Menurut Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (P2PLP) Dinkes Blora, Lilik Hermanto SKM MKes, saat ini Blora masuk dalam kategori endemis penyakit filariasis (kaki gajah).
''Masuk endemis dikarenakan, privalensinya penyakit tersebut di Blora lebih dari 1/100.000. Untuk temuan di lapangan ditemukan ada 17 kasus (penderita),'' jelasnya Senin (26/12) kemarin.
Ditanya tentang prosentase jaminan obat dimaksud sampai ke seluruh warga ? Menurut Lilik, hingga sat ini pembagiannya masih berjalan. ''Masih berjalan, sehingga dari masing-masing Puskesmas belum bisa membuat laporan detail,'' jelasnya.
Sebagaimana diketahui, untuk memerangi penyakit kaki gajah, Blora menggalakan program Bulan Eleminasi Kaki Gajah (Belkaga). Sekitar 3.000 sukarelawan dilibatkan untuk terjun ke rumah-rumah penduduk se -Blora, dalam rangka membagikan obat gratis, yakni Filaria (DEC = Diethyl Carbamacyn).
Dari pantauan, tidak hanya itu saja, pembagian obat kaki gajah itu juga dilakukan pada saat kegiatan Posyandu di setiap RT yang ada di Blora.
Lilik kembali mengingatkan, obat Filaria - Di Ethyl Carbamacyn (DEC) tersebut sebaiknya diminum malam hari, sesudah makan malam dan sebelum tidur. Obat tersebut memang ada efek mual. Namun obat yang gunanya untuk membunuh cacing Filaria di dalam tubuh tersebut tidak ada efek sampingnya atau relatif aman.
''Jadi kegiatan Belkaga bukan hanya untuk antisipasi kaki gajah, melainkan juga mengobati cacing-cacing lain di dalam tubuh sehingga terbebas dari segala macam jenis cacing,'' tambah Lilik. (*)