Car Free Day Dimanfaatkan Petugas Untuk Sosialisasikan Safety Riding
Senin, 23 Januari 2017, 14:33 bbwi
SAFETY RIDING : Jajaran Satlantas Polres Blora saat menggelar Safety Riding di alun-alun Blora Minggu (22/01) di jam car fre day.
BLORA (Warta Blora.Com) - Jajaran Satlantas Polres Blora tak pernah bosan dan terus mencari terobosan untuk memberi pengajaran kepada seluruh lapisan masyarakat bagaimana berkendara motor dengan aman (Safety riding). Diantaranya dengan memanfaatkan jam car free day di Minggu pagi untuk melakukan pembinaan, bimbingan dan pendidikan lalulintas.
''Banyak hal yang kami lakukan untuk menekan angka kecelakaan lalulintas. Disamping melakukan sosialisasi tentang cegah anak sekolah untuk bermotor saat ke sekolah, jajaran kami juga memanfaatkan safety riding setiap hari Minggu pagi pada jam car free day,'' tandas Kasatlantas Polres Blora, AKP Febriyani Aer, SIK, Senin (23/1).
Ditambahkan, lokasi kegiatan sengaja digelar di seputar alun-alun dimana banyak warga masyarakat berkumpul. ''Saat kami gelar kegiata Minggu (22/01) lalu ternyata antusias warga untuk mengikuti pogram itu besar. Terbukti tercatat ada 122 peserta yang mendafatar,''
Dijelaskan AKP Febriyani, digalakannya Safety Riding tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan etika berlalu lintas secara berkesinambungan, sebagai upaya untuk pencerdasan di bidang lalu lintas. Disamping untuk menumbuhkan sikap disiplin berlalu lintas di masyarakat dalam kehidupan sehari.
Untuk sasarannya adalah semua lapisan masyarakat Blora yang mau berpartisipasi saat pemberlakukan jam car free day. Dengan maksud untuk memberi tambahan pengetahuan di bidang lalu lintas, khusunya dalam berkendaraan di jalan raya.
''Kalau ditanya harapan, harapan kami dengan kegiatan Safety Riding itu akan dapat menambah pengetahuan masyarakat Blora dalam berkendaraan di jalan raya secara aman dan nyaman. Secara tidak langsung akan menumbuhkan kesadaran untuk tertib dalam berlalu lintas di jalan, Sehinnga tidak lagi niat untuk sekedar bermain-main dengan maut di jalan lantaran mengabaikan dan meremehkan tata tertib lalu lintas.
Sejumlah Program
Diketahui sebelumnya, di tahun 2017 ini sejumlah program telah disusun dan akan dilaksanakan oleh Satlantas Polres Blora untuk menekan angka kecelakaan lalulintas. Dikemukakan Kasatlantas AKP Febriyani Aer SIK, salah satu program yang akan ditingkatkan adalah blusukan ke sekolah-sekolah untuk sosialisasi peraturan lalulintas dan himbauan untuk tidak bermotor saat ke sekolah.
''Saat blusukan ke sekolah stresing kami adalah himbauan kepada siswa SMP dan SMA untuk tidak bersepda motor saat ke sekolah. Karena dari data yang ada, dari kecelakaan yang ada sebagian besar dialami oleh pelajar,'' tandas AKP Febriyani.
Selain itu, lanjutnya, masih dalam rangka menekan angka kecelakaan, Satlantas akan mendirikan sejumlah pos pantau di daerah-daerah yang rawan lakalantas. Juga memaksimalkan patroli lakalantas, memasang papan himbauan di daerah rawan lakalantas.
Di Tahun 2016, data kecelakaan lalu lintas di Blora mengalami kenaikan dibanding peristiwa yang sama di tahun 2015. Di tahun 2016, tercatat ada 507 peristiwa kecelakaan lalu lintas dengan kerugian materiil sejumlah Rp274,3 juta. Sementara di tahun 2015 tercatat peristiwa 453 peristiwa dengan kerugian materiil sejumlah Rp 332,1 juta.
Untuk jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2016 ada sebanyak 92 orang. Jumlah itu turun dibandingkan tahun 2015, yakni korban meninggal dunia sejumlah 101 orang. Untuk jumlah korban yang mengalami luka berat sebanyak 37 orang dan korban dengan luka ringan sejumlah 682 orang,
Sementara itu di tahun 2015, jumlah korban yang mengalami luka berat sejumlah 66 orang dan luka ringan sejumlah 569 orang. Berdasarkan kelompok usia, hingga jelang akhir tahun di tahun 2016 ini, dari kecelakaan yang ada terbanyak dialami kelompok usia 16 hingga 25 tahun, yakni ada sejumlah 264 orang.
Meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di tahun ini disebutkan Kasatlantas AKP Febriyani Aer lebih banyak disebabkan pelanggaran lalu lintas. Angkanya, ada kecenderungan korban mengalami luka ringan dalam lakalantas di tahun 2016, namun jumlah peristiwa yang meningkat, sehingga perlu lebih diperhatikan banyak hal untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di tahun-tahun mendatang. (*)