wartaBerita Jawa Tengah

Dengan TMMD Ajang Festival Durian kan Lancar

Sabtu, 11 Maret 2017, 10:34 bbwi
Foto: Pendim Pekalongan

Foto :  Istimewa


PEKALONGA  (wartablora.com) — Sasaran fisik utama  TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan di Desa Rogoselo, Kecamatan Ndoro,  Kabupaten Pekalongan diyakini akan membawa dampak positif pelaksanaan  gawe tahunan, yakni  festival durian di desa itu.

Kades  Rogoselo, Saronto (44)  menyatakan, berawal dari keprihatinan pelaksanaan Festival durian tahun 2016, dimana diminati puluhan ribu  orang  yang hadir dari beberapa daerah -  waktu itu  sempat  menimbulkan kemacetan yang luar biasa.

‘’Berawal dari “tragedi itu,  kami langsung  mempunyai gagasan untuk membuat jalan tembus yang bisa mengurai kemacetan lalulitas saat pelaksanaan festival durian di tahun-tahun mendatang,’’  tandasnya.

Kilas balik. Di tahun 2015,  membludaknya pengunjung yang ingin berebut durian gratis dalam acara tasyakuran Petani Durian dan Pasar Durian ‘Sri Pudang’  (Desa Sidoharjo, Rogoselo, Pungangan dan Pedawang) di Desa Rogoselo Kecamatan Doro (1/3/15) lalu,   mengakibatkan kemacetan parah. Kemacetan mencapai  hampir sepanjang 7 kilometer di jalur menuju Desa Rogoselo.

Penyebabnya,  kondisi  jalan yang sempit.  Kemacetan bahkan telah terjadi sebelum acara dimulai, dan semakin bertambah parah ketika selesai acara dimana puluhan ribu orang hendak pulang dalam waktu yang bersamaan.

Kemacetan yang mengular semakin bertambah semrawut karena pengendara terutama sepeda motor yang saling menyerobot. Hingga akhirnya  membuat Bupati Pekalongan Drs. H. Amat Antono, Msi,  waktu itu,  turun tangan sendiri mengatur arus lalu lintas untuk mencoba mengurai kemacetan.

Langka memang, saat Bupati Amat natono mengatur lalulintas  di pertigaan Sawangan – Larikan – Doro. Orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan tersebut turun dari motor yang memboncengkannya dan langsung mengatur jalan. Tak urung apa yang dilakukan oleh Bupati tersebut mengundang kekagetan dari masyarakat yang berlalu lalang di jalan tersebut.

Waktu itu, ada salah seorang pengunjung   yang turut terjebak kemacetan mengungkapkan apresiasinya atas spontanitas tindakan yang dilakukan oleh Bupati dalam mengatasi kemacetan.

“Saya salut dengan aksi spontan beliau. Saya harap spontanitas tersebut dapat ditindaklanjuti dengan pembangunan untuk meningkatkan lebar jalan, karena saya pikir daerah Rogoselo dan Lemahabang layak dikembangkan menjadi destinasi wisata tahunan khususnya terkait potensi produksi duriannya yang melimpah”, ujarnya.

Dari keprihatinan itu Kades Rogoselo, Saronto akhirnya membuat proposal pembangnan jalan tembus yang ada di desanya yang diyakini akan multifungsi. Yakni selain memperlancar perekonomian warga, juga akan bisa mengurai kemcaeatan saat pelaksanaan agenda tahunan festival durian.

Gayung bersambut, koordinasi Pemkab Pekalongan dengan Kodim 0710 Pekalongan, di tahun 2017 ini Desa Rogoselo dijadikan desa sasaran TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, Dan salah satu sasarn fisiknya adalah, pembangunan/pengaspalan ruas jalan.  ''Terus terang seluruh warga

Rogoselo senang dan siap  mendukung penuh pelaksanaan TMMD Kodim Pekalongan itu,'' beber Kades Rogoselo, Saronto.  *)

Editor : Eko



Warta Terkait