wartaBerita Peristiwa

Kecelakaan Maut di Perempatan Bangkle

Dua Pengendara Tak Berhati-hati Saat Melintas di Malam yang Sepi

Kamis, 04 Mei 2017, 13:10 bbwi
Foto: Istimewa

Kendaraan roda 4 yang dikendarai warga Tanjung Mas, Semarang, ini rusak berat setelah menabrak seorang pengendara kendaraan roda 2 di Perempatan Bangkle, Kamis (4/5/2017) dinihari.


BLORA (wartablora.com)—Ini peringatan keras bagi anda, para pengendara kendaraan. Di tengah malam yang sepi bukan berarti aman di jalan, terutama di jalan raya, lebih-lebih saat melintas di perempatan yang ada traffic light-nya menyala kuning. Baik pengendara roda 4 maupun 2, ada cerdasnya ketika lampu kuning kedip-kedip berhati-hati dan mengurangi kecepatan laju kendaraannya saat hendak melintas. Lewat tengah malam bukan berarti tidak ada kendaraan yang melintas. Jika tidak berhati-hati sesuai pesan dari traffic light, anda akan bernasib sama dengan Budi Santoso (32 tahun), warga Desa Balong, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, yang tewas Kamis dinihari (4/5/2017).

Budi tewas seketika saat melintas di perempatan Bangkle yang ada lampu traffic light-nya, jam 1 dinihari. Biasanya lewat jam 10 malam, lampu traffic light akan padam nyala merah dan hijaunya, hanya nyala kuning dengan kedip-kedip. Ini tandanya di malam hari selepas jam 10 malam lalu lintas kendaraan berkurang dan tetap diwajibkan hati-hati saat melintas di perempatan.

Budi yang melintas dari selatan menuju utara, tak mengurangi kecepatan kendaraan saat melintas di perempatan tersebut. Ia pun tak coba berhati-hati, tengok kanan-tengok kiri untuk melihat adakah kendaraan yang melintas dari arah barat ke timur atau sebaliknya. Padahal saat itu melintas kendaraan roda 4 yang dikendarai Ahmad Muklisin (43 tahun), warga Tambakmulyo RT. 01/RW. 14 Tanjung Mas, Semarang, yang melintas dari arah timur ke barat. Ahmad pun juga tak berhati-hati saat melintas di perempatan Bangkle itu. Padahal ia pun melihat ada pertanda lampu kuning untuk berhati-hati dan mengurangi laju kecepatan kendaraannya. Ia tetap melaju kencang.

"Saya tidak tahu ada orang mengendarai sepeda motor melintas," kata Ahmad kepada Kanit Laka Satlantas Polres Blora Aiptu Norbadi yang turun langsung ke tempat kejadian jam 1 malam itu.

"Saya mencoba menghindar dengan membanting kemudi ke kiri, tapi karena jaraknya terlalu dekat, jadinya tetap kena," lanjut Ahmad yang akhirnya berurusan dengan polisi akibat kelalaiannya juga yang menyebabkan orang lain meninggal.

Sementara Aiptu Norbadi sedikit menerangkan kejadian tersebut.

"Jadi keduanya lalai kalau lewat perempatan dengan tanda lampu kuning menyala untuk hati-hati. Tapi karena tidak berhati-hati, keduanya tabrakan. Motor ditabrak mobil. Saat kejadian tubuh korban (pengendara motor) terjatuh masuk ke kolong mobil dan kepalanya terbentur keras di aspal. Nyawanya tidak tertolong lagi saat dibawa ke RSUD Blora," ujarnya.

Aiptu Norbadi menghimbau agar para pengendara kendaraan selalu memperhatikan rambu-rambu lalu lintas.

"Rambu-rambu itu dibuat kan bukan untuk polisi tapi untuk keselamatan semuanya yang berkendaraan di jalan," ucapnya. (*)



Warta Terkait

Senin, 05 Februari 2018 | 16:40 bbwi

Angka Kecelakaan Lalu Lintas Menurun
Sabtu, 30 Desember 2017 | 11:25 bbwi

Laka Tunggal di Cabak
Kamis, 14 Desember 2017 | 16:21 bbwi

Dua Hari Dua Kecelakaan
Senin, 03 April 2017 | 19:10 bbwi

Rabu, 22 Maret 2017 | 20:56 bbwi