wartaBerita Peristiwa

Kecelakaan Maut di Perempatan Kartika

Tak Kurangi Kecepatan di Perempatan, Pemuda 19 Tahun Ini Mati Konyol

Rabu, 14 Juni 2017, 14:37 bbwi
Foto: Gatot Aribowo

Bekas garis-garis coretan tempat kejadian perkara di Perempatan Kartika, yang menewaskan seorang pemuda 19 Tahun, warga Desa Pilang, Kecamatan Randublatung, Rabu (14/6/2017) dinihari.


BLORA (wartablora.com)—Lagi-lagi kecelakaan di perempatan di tengah malam gara-garanya tak mengurangi kecepatan saat melintas. Baru satu bulan lalu kecelakaan di perempatan Bangkle di tengah malam yang menewaskan seorang warga Desa Balong, Kecamatan Jepon, kejadian sama terulang di Perempatan Kartika, perempatan tak jauh dari Pekuburan Jlubang ke barat memotong jalan Gunung Lawu.

Arfin, seorang pemuda berusia 19 Tahun, warga Desa Pilang, Kecamatan Randublatung, mati tabrakan di perempatan tersebut. Sementara lawan tabrakannya, Arif, seorang paruh baya usia 41 tahun yang merupakan warga Kelurahan Tempelan, Kecamatan Blora, menderita luka berat, dan dirawat di RSUD dr. Soetijono Blora.

Kanit Laka Satlantas Polres Blora, Ipda Zaenul Arifin, SH mengatakan, kejadian kecelakaan di Perempatan Kartika itu terjadi Selasa (13/6/2017) lewat tengah malam, jam setengah satu dinihari.

"Iya benar ada kejadian kecelakaan lalu lintas di jalan Gunung Lawu Simpang 4 Kartika, yang kejadiannya setelah terjadinya kecelakaan di depan Mataram Sakti Jalan Gatot Subroto," ujarnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (14/6/2017).

Ipda Arifin mengatakan, penyebab terjadinya kecelakaan ini karena tidak hati-hatinya pengendara sepeda motor.

"Jadi berdasarkan keterangan saksi, korban meninggal ini melaju dari arah barat menuju ke timur dengan kecepatan tinggi. Di saat bersamaan ada kendaraan yang melaju dari utara ke selatan yang dikendarai korban luka berat. Mereka berpapasan di perempatan Kartika," jelasnya.

Arfin ini melintas di Jalan Gunung Wilis menuju ke arah SPBU Ketangar. Sementara Arif melintas di Jalan Gunung Lawu menuju ke arah Perempatan Bangjo Grojogan. Arfin melaju dengan kecepatan tinggi, karena merasa jalanan sepi sudah lewat tengah malam. Sementara Arif juga lengah tak menyangka ada pengendara lain yang akan berpapasan dengannya di perempatan maut itu.

"Kami menghimbau kepada para pengendara kendaraan bermotor, agar kurangi kecepatan saat hendak melintas di perempatan, baik itu siang hari, malam hari, pagi hari, dinihari, sore hari dan setiap harinya. Dengan mengurangi kecepatan, anda akan berada dalam keadaan waspada. Dengan kewaspadaan, anda akan terhindar dari kecelakaan lalu lintas," himbau Ipda Arifin. (*)

Editor : Gatot Aribowo



Warta Terkait

Senin, 05 Februari 2018 | 16:40 bbwi

Angka Kecelakaan Lalu Lintas Menurun
Sabtu, 30 Desember 2017 | 11:25 bbwi

Laka Tunggal di Cabak
Kamis, 14 Desember 2017 | 16:21 bbwi

Minggu, 04 Juni 2017 | 18:48 bbwi