wartaEdukasia Peristiwa

SMK se-Blora Siap Gelar Ujian Nasional Berbasis Komputer

Selasa, 17 Januari 2017, 18:14 bbwi
Foto: wartablora.com

Pertemuan operator dan teknisi server ujian nasional berbasis komputer yang digelar di SMK Negeri 2 Blora, Selasa (17/1/2017). Dalam pertemuan ini sekolah-sekolah SMK se-Kabupaten Blora menyatakan kesiapannya dalam menyelenggarakan ujian pada April mendatang.


BLORA (wartablora.com)—Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Blora menyatakan kesiapannya dalam menggelar ujian nasional berbasis komputer pada April mendatang. Kesiapan ini terlihat dalam pertemuan operator dan teknisi SMK se-Kabupaten Blora yang diadakan di SMK Negeri 2 Blora, Selasa (17/1/2017). Sedikitnya 54 sekolah hadir dalam pertemuan yang juga menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah ini.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Blora, Sugiyanto mengatakan, ada sedikitnya 6.000 anak SMK yang akan ikut dalam ujian nasional berbasis komputer yang baru pertama kali digelar ini.

"Ada 6 ribu lebih anak-anak yang akan ujian berbasis komputer ini, dari 54 sekolah SMK yang ada di Kabupaten Blora. Sebenarnya ada 55 sekolah, tapi yang 1 belum ikut karena baru adanya kelas 2," kata Sugiyanto kepada wartablora.com usai pertemuan tersebut.

Dari 54 sekolah, kata Sugiyanto, ada 6 sekolah yang belum siap infrastrukturnya.

"Nantinya ada 6 sekolah yang akan menumpang di sekolah terdekat untuk ikut ujian karena infrastrukturnya belum siap," katanya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Sever SMK Negeri 2 Blora, Oci mengatakan, untuk bisa menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer, sekolah setidaknya memiliki 30 persen perangkat komputer dari jumlah anak yang akan ikut ujian.

"Di kita (SMK Negeri 2 Blora) ada lebih dari 300 anak yang akan ikut ujian. Kita sudah punya perangkat komputer ini sebanyak 100 lebih. Kita sudah siapkan 4 server yang melayani lebih dari 100 perangkat komputer yang akan digunakan untuk ujian," kata Oci.

Nantinya, kata Oci, ujian nasional berbasis komputer di SMK Negeri 2 ini akan terdiri 3 gelombang setiap harinya. 

"Ujian nasional nanti prosesnya soal datang langsung dari server pusat di Jakarta, masuk ke server lokal di sekolah, lalu didistribusikan ke komputer masing-masing dengan sistem jaringan lokal. Setiap komputer akan menyajikan soal berbeda, jadi tidak ada lagi saling contek karena antar satunya soal tidak sama," jelasnya.

Dipetik dari website resmi Kemendikbud, ujian berbasis komputer menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload). (*)



Warta Terkait


Selasa, 02 Mei 2017 | 14:58 bbwi

Selasa, 04 April 2017 | 19:43 bbwi