wartaEdukasia Peristiwa

Dengan Bergotong Royong, 135 SMP/MTs se-Blora Siap UNBK

Senin, 30 Januari 2017, 17:37 bbwi
Foto: wartablora.com

Syamsul Khomar, Kasi Pembinaan SMP Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Blora.


BLORA (wartablora.com)—Sejumlah 135 SMP dan MTs, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Blora telah menyatakan kesiapannya menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Hanya 8 sekolah yang tidak turut dalam UNBK, dan menyelenggarakan ujian nasional berbasis kertas (UNPBT/Ujian Nasional Paper Based Test). Kesiapan sekolah dalam ikut UNBK dikatakan Syamsul Khomar, Kasi Pembinaan SMP Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, disebabkan keterlibatan orang tua siswa yang telah memiliki perangkat komputer duduk (laptop) di rumahnya.

"Data terakhir yang masuk ke kami ada 135 sekolah, baik SMP Negeri maupun swasta, juga Madrasah Tsanawiyah, baik negeri maupun swasta, yang menyatakan ikut dalam UNBK. Mereka ini sebagian banyak yang bergotong royong dengan melibatkan orang tua yang memiliki laptop di rumahnya yang nantinya akan dipakai untuk ujian, selain guru-guru yang memiliki perangkat komputer ini juga ikut serta meminjamkannya ke sekolah," kata Syamsul, Senin (30/1/2017).

Sejumlah 135 sekolah ini terdiri dari 80 SMP, baik negeri maupun swasta, dan 55 MTs, baik negeri maupun swasta.

"Yang tidak ikut ada 8 SMP. Kalau MTs ikut semua. Yang 8 SMP itupun, 7 diantaranya sekolah se-atap. Ada dari Ketringan, Jiken; Semanggi, Jepon; SMP Negeri 3 Todanan se-atap di Desa Bedingin; SMP Negeri 3 Se-atap Menden di Nglebak, Kradenan; SMP Se-atap di Selogender, Kecamatan Jati; SMP se-atap di Kalinanas, Japah; dan di Kaliwader, Ngliron, Randublatung; juga di Jurangjero, Bogorejo," paparnya.

Labih jauh Syamsul menguraikan, untuk SMP terdapat 36 sekolah yang mengadakan ujian secara mandiri, dan 44 sisanya akan gabung.

"Yang mandiri tadi itu bisa melaksanakan karena keterlibatan orang tua, dan guru. Juga ada keterlibatan lembaga komputer yang meminjamkan perangkatnya ke sekolah. Jadi sharing source  ini memang dimungkinkan karena diperbolehkan. Nantinya komputer pinjaman akan dikarantina 2 hari sebelum pelaksanaan," jelas Syamsul.

Sementara untuk MTs, kata Syamsul, sejumlah 30 MTs menggelar UNBK secara mandiri, dan 25 sisanya akan gabung.

"Untuk kepesertaan," imbuh Syamsul, "terdapat 10.068 anak-anak SMP yang akan ikut ujian nantinya. Ditambah anak-anak MTs sejumlah 3.313 anak."

Sementara itu dari website resmi Ujian Berbasis Komputer Kementerian Pendidikan, hingga Senin petang baru 133 sekolah jenjang SMP/MTs yang terdaftar. Nantinya sekolah yang terdaftar akan berhak menyelenggarakan simulasi UNBK. (*)



Warta Terkait