Satu Korban Hanyut di Randublatung Berhasil Ditemukan
Senin, 06 Februari 2017, 14:54 bbwi
UPAYA PENCARIAN : Petugas dengan warga engh melakukan upaya pencarian dua orang yang terseret arus sungai di Kedunglonggong, Desa Kediren, Kecamatan Randublatung.
BLORA (wartablora.com) — Satu dari dua korban yang hanyut terseret arus di Sungai Turut Dukuh Kedungglonggong, Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, Minggu (5/2/2017) sore berhasil ditemukan. Menurut petugas Polsek Randublatung, satu korban yang ditemukan tersebut atas nama Lutfi (13 tahun), warga RT 2/XI, Desa Kediren Kecamatan Randublatung Blora.
"Ya, satu korban atas nama Lutfi sudah berhasil ditemukan dalam kondisi tewas, sekitar 200 meter dari lokasi tenggelamnya," tandas Kapolsek Randublatung AKP Slamet, Senin (6/2/2017).
Sebagaimana diketahui, dua warga Randublatung terseret arus sungai di Kedunglonggong, Desa Kediren, Randublatung. Hingga Minggu (5/2/2017) sore belum juga berhasil ditemukan. Tim BPBD Blora bersama Sarnas Jepara dan relawan dari Tagana PMI ikut melakukan penyisiran di sejumlah lokasi.
Namun hingga Minggu sore jasad kedua korban belum juga ditemukan. Korban adalah Mahesa Prasetya bin Sarji (18) warga Desa Kediren RT 1/Xi dan Lutfi (13) bin Sugianto
Kedua korban terseret sungai Turut, Dukuh Kedungglonggong Desa Kediren, keduanya terbawa arus sungai, Sabtu (4/2/2017) sore. Mahesa merupakan siswa kelas III SMK Katolik St Louis Randublatung, sedangkan Lutfi siswa SMPN 1 Randublatung.
Saat mengetahui terbawa arus, tim BPBD Blora bersama Kepolisian dan warga langsung melakukan pencarian di di sepanjang sungai. Namun karena sudah malam pencairan dihentikan. Baru pada Minggu pagi dilanjutkan lagi.
“Pencarian terus dilakukan agar bisa ditemukan, sepanjang aliran sungai juga disisir dengan memakai perahu karet, tetapi belum juga ditemukan,” ujar Kepala BPBD Blora Sri Rahayu.
Bahkan pencarian yang ada di seputar jembatan Desa Ketuwan Kecamatan Kedungtuban, jaring dipasang dibawah jembatan agar bisa menjaring jasad korban. Namun belum juga berhasil. Tim juga sudah menyusuri sungai. Karena hingga sore hari belum ditemukan maka pencarian akan dilanjutkan esok hari, Senin (6/2/2017).
“Pencarian akan dilanjutkan esok hari lagi, kami minta doa masyarakat semua agar bisa segera ditemukan,” harap Sri Rahayu.
Danu Nizar salah seorang yang ikut pencarian mengatakan kalau pencairan dilakukan dari titik awal TKP di Kedungglonggong sampai titik bawah bermuara di Bengawan Solo, Desa Ketuwan. Namun belum juga berhasil ditemukan.
"Besok tim akan melanjutkan pencarian lagi," kata Danu yang juga anggota Satgana PMI Randublatung. (*)