Dihentikan, Pencarian Korban Terseret Arus di Randublatung
Jumat, 10 Februari 2017, 13:43 bbwi
Tim relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora tengah melakukan upaya pencarian korban tenggelam terseret arus di Randublatung.
BLORA (wartablora.com)—Pencarian 1 korban tenggelam terseret arus di di Dukuh Kedungglonggong, Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, dihentikan Jumat (10/2/2017). Penghentian ini setelah 7 hari sejak kejadian. Pihak berwenang telah memberitahukan penghentian pencarian ini ke keluarga korban.
"Sudah kita hentikan, karena sudah 7 hari. Keluarga korban sudah kita beritahu," ujar Kepala BPBD Kabupaten Blora Sri Rahayu saat dihubungi wartablora.com via sambungan telepon, Jumat (10/2/2017).
Sri mengatakan, walaupun telah dihentikan namun pihaknya tetap melakukan pemantauan jika sewaktu-waktu ada penemuan.
"Baik itu penemuan dari masyakarat maupun penemuan dari pihak lainnya," katanya.
Pemantauan bahkan dilakukan hingga ke Bojonegoro.
"Karena sungai (tempat terjadinya peristiwa) ini kan menujunya ke Bengawan. Kami punya link ke Bojonegoro, seandainya nanti ditemukan di sana, bisa kita koordinasikan," katanya.
Satu korban yang belum ditemukan ini adalah Mahesa Prasetya, pelajar klas III SMK Katolik St.Louis Randublatung.
Sebelumnya, 1 korban lainnya yang telah ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa adalah Lutfi, pelajar SMPN 1 Randublatung. Lutfi ditemukan pada Senin (6/2/2017). Sementara 1 korban selamat adalah Heru Yoga Firmansyah, pelajar klas III MTs Muhammadiyah Randublatung.
Tiga remaja ini sebelumnya hendak berburu burung, Sabtu (4/2/2017) siang. Nahas mereka alami pada Sabtu sore. Ketiganya jatuh dan terseret arus. Hanya Heru yang mampu menyelamatkan diri dari derasnya arus tersebut. (*)