wartaBerita Hukum & Kriminal

Waspada ... ! Kawasan Hutan Blora Tengah Malam Tidak Aman

Selasa, 07 Maret 2017, 14:06 bbwi
Foto: dok. Polres Blora

BARANG BUKTI :  Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan petugas dalam kasus penangkapan 5 pelaku begal yang pernah beraksi di  Jalan Raya  Randublatung - Doplang, Blora - insert salah satu pelaku perampokan. (Foto : dok.Polres Blora)


BLORA (wartablora.com) —  Akhir-akhir ini kawasan hutan di Blora masuk kategori tidak aman. Untuk itu bagi siapa saja yang melewati di kawasan hutan Blora, Blora - Rembang, Blora - Cepu dan Blora - Randublatung untuk waspada, atau jika telah larut malam jangan memaksakan diri untuk lewat di jalur itu seorang diri. 

Perlu diketahui,  hingga kini  jajaran Polsek Jiken hingga saa tini masih  memburu pelaku perampasan sepeda motor di hutan sekitar Cabak, Kecamata Jiken yang terjadi baru-baru ini.  ''Masih kita selidiki kasus perampasan motor itu. Agak rawan memang sekitar  di lokasi perampasan motor, apalagi  jika pada malam hari,'' tandas Kapolsek Jiken, AKP Suhardi, Selasa (7/3/2017). 

Diperistiwa itu,  korban yang mengalami nasib naas adalah Abdul Azis (25), warga Desa Ngawenombo, Kecamatan Kunduran, Blora. Dia harus rela  kehilangan motor  Mio Vino, lantaran dirampas oleh empat orang tak dikenal saat melintas di jalan raya Blora – Cepu km. 16. Tepatnya di kawasan hutan jati sebelah Timur Desa Cabak, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, baru-baru ini.

Menurut  penuturan Abdul Azis kepada petugas,  kejadian perampasan sepeda motornya tersebut berawal ketika hari Rabu (23/02/2017) lalu sekitar pukul 19.00 WIB,  ia  berangkat dari rumah mengendarai sepeda motor dari Kunduran ke Cepu.

Dalam perjalanan, Azis sempat  nongkrong di alun-alun Kota Blora, dan baru sekitar  pukul 01.30 WIB  melanjutkan perjalaannya menuju ke  Cepu. Sesampainya di jalan  Blora – Cepu  KM 16, tepatnya di daerah kawasan hutan jati turut Desa Cabak, Kecamatan Jiken, dia diikuti oleh empat orang tak dikenal  yang berboncengan motor. Masing -masing mengendarai Suzuki Satria dan Honda Mega Pro, dimana kedua motor itu  tidak diketahui plat nomornya.

Di tempat sepi,  empat pelaku itu tiba-tiba memberhentikan korban dan dengan paksa mendorong korbanhingga jatuh. Selanjutnya  Yamaha Mio Vino milik korban dirampas dan dikuasai oleh salah satu pelaku dan di bawa kabur ke arah Cepu.

Korban Azis yang ditinggalkan di lokasi kemudian menghubungi keluarganya, Moh. Ali Maksum (22), untuk menjemput korban di lokasi perampasan,  dan selanjutnya  dengan diampingi saudaranya, Azis melapor ke Polsek Jiken.

Blora Selatan

Dari catatan, wilayah Blora Selatan - yakni jalur Sulursari (Grobogan) - Cepu, Blora, yang melewati wilayah Kecamatan Jati, belakangan ini juga menjadi perhatian serius aparat jajaran Polsek Jati dan Randublatung. Menyusul, baru-baru ini ada kejadian perampokan sebuah truk box bermuatan sejumlah barang paketan.

Untuk peristiwa yang satu ini sudah berhasil diungkap aparat, yakni  lima pelaku begal sadis spesialis truk yang belakangan kerap melakukan aksinya di jalan itu dibekuk tim gabungan dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng dan Resmob Polres Blora.  Karena melawan peugas,  salah satu tersangka harus ditembak kakinya oleh pertugas.

Penangkapan terhadap para pelaku dilakukan aparat gabungan oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng dan Resmob Polres Blora dipimpin Kompol Priyo, SH, SIK. Mereka ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda. 

Menurut Kanit Resmob Polres Blora, Ipda Edi Santosa, hingga  saat ini  tim masih memburu pelaku penadah dan mencari barang-bukti lainnya. Para pelaku yang saat ini sudah berhasil ditangkap itu memang  pelaku curas spesialis truk. Untuk  seorang tersangka yang terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas adalah  Romli Subir (37), warga Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya Jatim.

Sedangkan untuk empat  tersangka lainnya yang berhasil dibekuk,  masing-msing  Yono alias Gendut (32), Hariyanto alias Heri (26), keduanya  warga Kecamatan Tunjungan  Blora, Selanjunya Purnomo (27) warga Kecamatan  Lasem,  Rembang dan  Agus Husaini (35),  warga Kecamatan Glagah, Lamongan Jatim.

Menurut  Ipda Edi Santosa,  komplotan bandit tersebut terakhir kalinya beraksi  pada 22 Februari 2017 lalu, yakni  di  jalan Randublatung-Doplang, turut Desa Randuwalang Kecamatan  Jati, Blora dengan korban Usman Bin Setri, seorang sopir truk ekspedisi asal Lamongan Jatim.

Seperti yang sudah-sudah, aksi itu dilakukannya pada dini hari. Para pelaku kerap melakukan aksi pembegalan di saat kondisi jalanan sudah sepi. Mereka menyasar truk yang berhenti di pinggir tol saat pengemudi tengah beristirahat.

Korban ditodong senjata api  dan sajam,  kemudian diikat, dianiaya lalu dimasukkan ke dalam mobil, dengan mata dilakban, sesampai di daerah Lamongan korban yang sudah tidak berdaya dibuang di pinggir jalan.

Dijelaskan Edi Santosa,  komplotan begal tersebut  memang sudah sering melakukan aksi kejahatannya. Namun sementara yang baru terdeteksi di 5 lokasi.  Yakni, masing-masing di Jln. Pantura Kendal pada bulan Januari 2017.

Kemudian di  Tuntang Kabuaten. Semarang pada tanggal  5 Februari 2017,  di Kabupaten Blora pada tanggal  22 Februari 2017.  Beraksi di  Kabupaten Kudus bulan Desember 2016. Di iwlayah Kabuoaten Rembang komplotan itu berkasi di  3 TKP.  *)

Pewarta : Heru 



Warta Terkait

Jumat, 21 Juli 2017 | 16:24 bbwi

Rabu, 28 Juni 2017 | 15:58 bbwi

Rabu, 28 Juni 2017 | 15:54 bbwi

Warna-Warni Operasi Simpatik Candi 2017 di Blora
Minggu, 05 Maret 2017 | 15:57 bbwi