wartaBerita Pemerintahan

Pindah Hari, Seragam Adat Samin Dipakai Tiap Pertengahan Bulan

Selasa, 06 Juni 2017, 09:24 bbwi
Foto: Istimewa

Gubernur Jawa Tengah bersama bawahannya yang mengenakan pakaian adat saat berkantor. Salah satu pakaian adat yang digunakan untuk seragam saat ke kantor adalah pakaian ada samin.


BLORA (wartablora.com)—Tak lagi tiap Kamis minggu ketiga setiap bulannya, pakaian Samin yang digunakan sebagai seragam ASN di Pemkab Blora akan dikenakan tiap pertengahan bulan.

"Seragam Samin yang tadinya dipakai sebulan sekali pada hari Kamis minggu ketiga, diubah menjadi setiap tanggal 15 pertengahan bulan,” kata Kepala Bagian Organisasi Tata Laksana (Ortala) Setda Kabupaten Blora, Riyatno, dalam  apel pagi di pelataran Kantor Bupati Blora di Jalan Pemuda, Selasa (6/6/2017), seperti dalam rilis yang dikirim Humas dan Protokol Kabupaten Blora.

Dikatakannya, mulainya pemindahan hari penggunaan seragam Samin di lingkungan pemerintahan kabupaten Blora ini akan dilakukan di bulan ini.

"Jadi tanggal 15 Juni nanti memakai pakaian Samin,” katanya.

Perubahan hari penggunaan seragam ini, kata Riyanto, memang tak menunggu peraturan bupati teranyar.

“Perbupnya memang belum jadi, karena sedang diproses. Namun ketentuan tersebut sudah merupakan arahan dari Pak Bupati,” lanjutnya.

Lebih lanjut dikatakan, pemindahan hari penggunaan seragam pakaian Samin ini disesuaikan dengan hari penggunaan pakaian adat di lingkungan pemerintahan provinsi Jawa Tengah. Di tiap tanggal 15 setiap bulannya, ASN di pemerintahan provinsi Jawa Tengah akan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di provinsi ini.

Sebelumnya, penggunaan pakaian Samin sebagai seragam ke kantor dilakukan di hari kamis minggu ketiga setiap bulannya. Pakaian Samin ini serba hitam bagi laki-laki dengan ikat kepala (udeng-red), dan kebaya hitam dengan bawahan batik bagi perempuan.

Riyanto menambahkan, di hari Jumat setiap minggunya, Bupati Blora Djoko Nugroho menganjurkan ke ASN di lingkungan Pemkab Blora untuk menggunakan batik sebagai seragam ke kantor.

“Batiknya bebas, namun akan lebih baik jika mengenakan batik khas Blora sebagai salah satu bentuk dukungan pengembangan kerajinan batik lokal,” imbuhnya. (*)

Editor : Daryanto



Warta Terkait

Mengenal Kerukunan Sedulur Sikep di Blimbing (Bagian 2)
Minggu, 12 Maret 2017 | 22:44 bbwi

Mengenal Kerukunan Sedulur Sikep di Blimbing (Bagian 1)
Senin, 06 Maret 2017 | 09:04 bbwi

Rebutan Samin dalam Pabrik Semen
Senin, 19 Desember 2016 | 20:00 bbwi

Mengenal Ajaran Sedulur Sikep di Kelopo Duwur
Sabtu, 29 Oktober 2011 | 20:52 bbwi