wartaEkbis Info Bisnis

Berapa Sebenarnya Produksi dan Konsumsi Semen Nasional?

Sabtu, 25 Februari 2017, 17:57 bbwi
Pewarta : Gatot Aribowo
Foto: Google Image

Ilustrasi proses produksi di pabrik semen.


BLORA (wartablora.com)—Berdirinya pabrik semen di Rembang dengan diterbitkannya ijin baru oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dipastikan akan menambah jumlah produksi semen secara nasional. Sementara konsumsi semen secara nasional di 2016 jauh di bawah angka produksi di tahun yang sama. Berapa sebenarnya rata-rata kenaikan produksi dan kenaikan konsumsi semen secara nasional tiap tahunnya?

Dikutip dari situs berita ekonomi Indonesia Investments, produksi semen secara nasional di tahun 2016 lalu hanya naik 1,6 persen dari tahun sebelumnya. Di tahun 2016, konsumsi semen secara nasional mencapai 62 juta ton, sementara produksi di tahun yang sama telah mencapai 100 juta ton. Produksi ini jauh di atas Jepang yang memproduksi 60 juta ton dan Korea Selatan yang produksinya 55 juta ton.

Dengan selisih antara produksi dan konsumsi, di tahun lalu ada surplus 38 juta ton produksi semen secara nasional.

Data yang dikeluarkan Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menyebutkan, sepanjang 2 tahun terakhir sejak 2014, telah berdiri 13 pabrik semen baru yang menyumbang kenaikan produksi hingga 34 juta ton semen secara nasional selama 2 tahun di 2014 hingga 2016.

"Di periode yang sama, konsumsi semen hanya naik 3 juta ton dalam 2 tahun terakhir," sebut Widodo Santoso, Ketua ASI.

Dari Sistem Informasi Investasi dan Pasar Infrastruktur di laman resmi Direktorat Bina Investasi Infrastruktur Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, kapasitas produksi semen nasional di tahun 2015 hampir mencapai 75,3 juta ton. Di tahun yang sama, jumlah konsumsi nasional mencapai 61 juta ton.

Di tahun sebelumnya, jumlah produksi nasional hampir 74,1 juta ton dengan konsumsi nasional 60 juta ton.

Di tahun ini, total kapasitas produksi semen nasional diperkirakan akan meningkat jadi 102 juta ton dengan konsumsi diperkirakan naik menjadi 68 hingga 70 juta ton.

Kendati akan terjadi kelebihan pasokan semen yang masih besar di tahun ini, Kementerian Perindustrian tidak akan mengusulkan industri semen masuk dalam daftar negatif investasi.

"Terkait dengan kelebihan pasokan yang akan terjadi pada 2017, sisa lebih produksi diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar ekspor," ujar Harjanto, Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kemenperin, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Perindustrian.

Sementara itu Kompas melansir, pada 2017 akan beroperasi maksimal lima pabrik semen baru. Yakni Jui Shin, Anhui Conch, Siam Cement, Cemindo Gemilang dan Panasia. (*)

 



Simak Lainnya

Terkait Ijin Baru Pabrik Semen di Rembang
Senin, 27 Februari 2017 | 09:08 bbwi

Jumat, 18 Agustus 2017 | 18:51 bbwi

Sabtu, 25 Februari 2017 | 12:23 bbwi

Ijin Baru Pabrik Semen Diterbitkan
Jumat, 24 Februari 2017 | 20:29 bbwi