Bank Jateng Goes to School
Ada Reward Untuk Sekolah
Rabu, 08 Maret 2017, 09:36 bbwi
Bank Jateng Cabang Blora memberikan sosialisasi tentang perbankan ke anak-anak SMP Negeri 1 Randublatung, Jumat (3/3/2017). Sosialisasi ini dalam rangka program goes to school yang digelar Bank Jateng di seluruh Jawa Tengah dalam satu tahun di tahun 2017 ini.
BLORA (wartablora.com)—Bank Jateng menggelar program goes to school di tahun ini. Program yang digulirkan sejak Januari lalu telah merambah tak kurang dari 8 sekolah yang ada di Kabupaten Blora, mulai SMP hingga SMA. Di Blora, Bank Jateng Cabang Blora menargetkan sedikitnya 10 ribu penabung baru hingga akhir tahun nanti dari kalangan pelajar. Untuk mencapai target tersebut, Bank Jateng telah menyiapkan reward untuk sekolah-sekolah.
"Kami di akhir tahun nanti akan memberikan reward untuk sekolah yang memiliki jumlah penabung terbanyak dengan saldo terbesar yang minimal saldonya hingga di akhir tahun mencapai lebih Rp50 juta," ujar Kepala Marketing Bank Jateng Cabang Blora Arie Wijayanti, Rabu (8/3/2017).
Untuk sekolah yang saldo terbesar dan penabung terbanyak akan dipilih 3 untuk diberikan reward, masing-masing sejumlah Rp5 juta untuk urutan pertama, Rp3,5 juta untuk urutan berikutnya, dan Rp2,5 juta untuk urutan terakhir.
"Reward nantinya kita berikan ke sekolah, bukan pada penabungnya," kata Yanti, sapaan Arie Wijayanti.
Sebelumnya, sejak Januari lalu, tepatnya di awal tahun, Bank Jateng Cabang Blora telah menggulirkan program goes to school ini.
"Jadi program ini ini adalah program yang diwajibkan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang kemudian Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah) menghimbau untuk anak-anak (pelajar) agar gemar menabung," jelas Yanti.
Bank Jateng Cabang Blora telah menjadwalkan dalam seminggu sekali mengunjungi sekolah-sekolah untuk mengenalkan lembaga perbankan ke anak-anak sekolah.
"Kami memperkenalkan tentang perbankan. Kami juga mengundang anak-anak dengan berkelompok untuk datang ke Bank Jateng buat melatih mereka bagaimana mengisi slip lalu antri untuk layanan perbankan. Di sekolah kami juga mengadakan minibank untuk memberikan pemahaman ke anak-anak tentang layanan di perbankan," papar Yanti.
Dalam 2 bulan terakhir, di Januari hingga Februari, Bank Jateng Cabang Blora telah mendapatkan ratusan penabung baru dari kalangan pelajar.
"Dalam 2 bulan terakhir kami sudah mendapat 328 penabung baru dari pelajar setelah menggelar program ini sejak Januari lalu di 8 sekolah," ujar Kepala Marketing Bank Jateng Cabang Blora Arie Wijayanti, Rabu (8/3/2017).
Antusias
Sementara itu Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Randublatung Eko Prayoga menyambut dengan antusias adanya program goes to school dari Bank Jateng ini. Bahkan ia mengaku meminta jadwal untuk sekolahnya dimajukan.
"Kami benar-benar senang dengan adanya program ini. Karena kami sejak dulu telah punya program yang mewajibkan anak-anak kelas 7 dan 8 untuk menabung," katanya.
Sosialisasi perbankan dalam program goes to school Bank Jateng Cabang Blora di ruangan kelas.
Saking antusiasnya, Eko akan membuat 600 rekening baru tabungan pelajar (Tapel) di Bank Jateng.
"Kami ada 600 anak-anak dari kelas 7 dan 8 yang telah memiliki tabungan. Nanti akan kami pindahkan ke Bank Jateng," cetusnya.
Hanya saja, lanjut Eko, masih perlu diproses.
"Sebabnya, petugas yang mengurus tabungannya anak-anak telah meninggal. Nanti akan kami bereskan dulu sebelum dipindah ke Bank Jateng," ucapnya.
Sekolah Dasar
Program goes to school dari Bank Jateng di Kabupaten Blora, dikatakan Yanti masih difokuskan untuk anak-anak SMP dan SMA. Bagaiman dengan Sekolah Dasar?
"Sementara untuk SD kami belum. Tapi nanti akan kami lihat, apakah di SD ada antusiasme atau tidak. Karena program ini sebenarnya dari PAUD atau TK, hingga SMA," kata Yanti.
Rencananya di akhir April nanti, lanjut Yanti, Bank Jateng Cabang Blora akan menggelar lomba mewarnai untuk anak-anak SD.
"Nah dari sini nanti kami akan melihat, apakah akan kami programkan ke SD atau tidak," ujarnya.
Jika nantinya diprogramkan, Yanti yang bertanggung jawab program ini di Bank Jateng Cabang Blora akan menjadwal ulang.
"Saat ini kami jadwalnya seminggu sekali, dengan telah terencana dari awal hingga akhir tahun. Dalam triwulan, kami menghubungi sekolah untuk penjadwalan, agar tidak terlalu lama waktu tunggunya. Jika nanti SD kami programkan, kami akan menjadwal seminggu 2 kali," pungkasnya. (*)
