Weit .... ! Tanaman Padi Di Sejumlah Desa Terancam Mati
Kamis, 29 Desember 2016, 15:15 bbwi
PENGENDALIAN HAMA : Sejumlah petani Desa Jiworejo, Kecamatan Jiken tengah melakukan pengendalian hama penggerek batang yang mulai menyerang tanaman padi mereka.
BLORA (Warta Blora.Com) - Petani di sejumlah desa belakangan ini was-was lantaran tanaman padi mereka terancam mati akibat minimnya curah hujan. Tanaman padi yang terancam mati itu, sebagian baru seminggu ditanam dan sebagian lagi bahkan usai dipupuk.
Yatno, seorang petadi dari Desa Beran, Kecamatan Blora Kota mengungkapkan, lantaran kekurangan air akibat tidak ada hujan tanaman padi miliknya yang baru saja berumur seminggu terancam mati. ''Pasrah kalau memang tanaman padi kami mati. Kalau nanti air hujan mumpuni lagi kami akan menanam padi lagi,'' ungkapnya.
Lain halnya yang dialami oleh Tamsir, seorang petani asal Karangnongko, Kecamatan Banjarejo. Menurutnya, tanaman padi yang habis dipupuknya saat ini kekurangan air. Terpaksa dia harus menyedor air dengan disel dari sungai yang tidak jauh dari lahan pertaniannya. ''Resikonya, biaya produksi nanti pasti kan membengkak,'' tuturnya.
Serangan Hama
Sementara itu, petani di Desa Jiworejo, Kecamatan Jiken diresahkan dengan serangan hama penggerek batang yang menyerang tanaman padi mereka. Agar serangan tidak meluas, para petani di desa itu dengan dibantu petugas dari Dinas Pertanian, UPTD Jiken, melakukan pengendalian hama.
Kepala UPTD Dinas Pertanian Jiken, Wahyanto ketika dikonfirmasi, membenarkan, meski belum parah serangan hama penggerek batang sudah mulai merambah tanaman padi di Desa Jiworejo. ''Belum parah memang serangannya, hanya saja perlu segera dilakukan tindakan antisipasi,'' tandasnya.
Dijelaskan, tindakan antisipasi tersebut, yakni gerakan pengendalian hama telah dilakukan oleh anggota kelompok tani Sumber Makmur, Desa Jiworejo, Kecamatan Jiken. Dikatakan, petugas dari Petanian juga mendampinngi para petani tersebut.
Sebagaimana diberitakan, sedikitnya ada 6 Ha tanaman padi tersebar di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Jiken saat ini terancam hama penggerek batang. Agar serangan tidak meluas, pihak UPTD Dinas Pertanian Kecamatan Jiken prakarasi tindakan pencegahan. Menurut Wahyanto, serangan penggerek batang tersebut sifatnya masih spot-spot.
Dijelaskan, serangan penggerek batang padi bisa terjadi semenjak di persemaian sampai masa pertumbuhan dan perkembangannya. Kadang-kadang lebih dari satu jenis penggerek yang menyerang tanaman padi, kedatangannya pun tidak bersamaan sehingga bagi sebagian petani merasa kesulitan dalam pengendaliannya. (*)