Korban Hanyut Keudungglonggong Ditemukan
Mengapung di Aliran Sungai Bengawan Solo
Jumat, 17 Februari 2017, 14:29 bbwi
IDENTIFIKASI : Sejumlah petugas tengah melakukan identitifikasi penemuan mayat di aliran Sungai Bengawan Solo, ikut Desa Sumberpitu, Cepu, Jumat (17/2) .
BLORA (wartablora.com) — Akhirnya, satu korban tenggelam di Kedunglonggong, Desa Kediren, Kecamatan Randublatung Sabtu (4/2) sore lalu, atas nama Mahesa berhasil ditemukan di aliran Sungai Bengawan Solo, turut Dukuh Sodo. Desa Sumberpitu, Cepu, Jumat (17/2) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Dengan demikian dua korban yang tewas tenggelam di Randublatung itu saat ini sudah ditemukan semua. Korban pertama yang berhasil ditemukan adalah Lutfi (13), warga RT 2/XI,Desa Kediren Kecamatan Randublatung Blora, yakni pada Senin (6/2) sore .
Sebagaimana diketahui, dua warga Randublatung terseret sungai di Kedunglonggong, Desa Kediren, Randublatung, Hingga Minggu (5/2) sore belum juga berhasil ditemukan. Tim BPBD Blora bersama Sarnas Jepara dan relawan dari Tagana PMI ikut melakukan penyisiran di sejumlah lokasi.
Namun hingga Minggu sore jasad kedua korban belum juga ditemukan. Korban adalah Mahesa Prasetya bin Sarji (18) warga Desa Kediren RT 1/Xi dan Lutfi (13) bin Sugianto
Kedua korban terseret sungai Turut, Dukuh Kedungglonggong Desa Kediren, keduanya terbawa arus sungai, Sabtu (4/2) sore. Mahesa merupakan siswa kelas III SMK Katolik St Louis Randublatung, sedangkan Lutfi siswa SMPN 1 Randublatung.
Saat mengetahui terbawa arus, tim BPBD Blora bersama Kepolisian dan warga langsung melakukan pencarian di di sepanjang sungai. Namun karena sudah malam pencairan dihentikan. Baru pada Minggu pagi dilanjutkan lagi.
Untuk korban Lutfi ditemukan oleh Jumadi (50) warga Dukuh Pencol rt 2/1, Desa Sumberpitu, Kecmaatan Cepu. Sejumlah petugas gabungan segera mendatangi TKP penemuan mayat Lutfi, selanjutnya membawa ke RSU Cepu untuk visum. dan menyerahkan kepada pihakkeluarga korban.
Dari hasil visum, disimpulkan, tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan/penganiayan dan penyebab kematian korban diduga dikibatkan tenggelam dan hanyut di sungai. Ciri-ciri korban saat ditemukan, memakai celana jin warna biru, kaos lengan pendek warna krem dan di saku celana di ketemukan peluru senapan angin dan kunci kontak sepeda motor. Kasubag Humas Polres Blora, AKP Sularno SH ketika dikonfirmasi membenarkan ditemukannya mayat korban tenggelam di Randublatung tersebut. (*)
Editor : Heru