Maret 2017

Belajar dari 2 Desa di Ngawen

MEMBANGUN fasilitas umum, yang seharusnya disediakan pemerintah sebagai kehadiran negara, dengan cara iuran dari warga menjadi hal luar biasa di tengah budaya gotong royong dan kebersamaan yang tergerus jaman. Melalui iuran dari warga di 2 desa yang ada di Kecamatan Ngawen, yakni Desa Rowobungkul dan Desa Gedebeg, kita disuguhi semangat kebersamaan dan kerelaan untuk membangun jembatan sendiri tanpa menunggu kehadiran negara yang diwakilkan pemerintah. Warga yang sebelumnya harus menempuh jalan hingga 6 kilometer, dalam waktu tak berapa lama lagi akan mengalami kemudahan untuk menjalankan kegiatan ekonomi dan sosialnya.

Kemudahan ini diciptakan sendiri, tanpa menunggu kehadiran negara untuk memecahkan kesulitan-kesulitan yang dialami warganya. Kesulitan warga di 2 desa tersebut yang berlangsung puluhan tahun, dipecahkan dengan kerelaan mereka untuk menumbuhkan kesadaran bahwasannya negara tengah sibuk sendiri mengatasi kesulitan-kesulitannya. Walaupun mereka juga tak tahu dan tak perlu tahu apa kesulitan negara yang menyebabkan fasilitas umum seperti infrastruktur jembatan untuk mereka terbengkalai hingga 25 tahun.

Bagi warga 2 desa tersebut, menunggu kesadaran pemerintah sebagai perwakilan adanya kehadiran negara untuk membuat kehidupan warganya menjadi mudah akan lebih menyengsarakan. Lebih-lebih ketika pemerintah lebih sibuk memfasilitasi dirinya sendiri dengan dalih untuk lebih meningkatkan kinerja mereka buat melayani warga. Anggap saja pemerintah tengah kesulitan untuk melayani warganya tanpa adanya berbagai fasilitas yang anggarannya tak sedikit.

Belajar dari kerelaan warga di 2 desa itu adalah belajar untuk berbesar hati terhadap pemerintah. Belajar berbesar hati terhadap pemerintah adalah belajar mengasah nasionalisme untuk memiliki kecintaan yang lebih terhadap negara dengan segala kekurangannya. Di saat negara masih memelihara kecemburuan sosial ekonomi dengan sistem kapitalistiknya ditambah ketidakadilan hukumnya, warga di 2 desa itu mengajarkan untuk tidak menuntut lebih kepada pemerintah.

Bagi pemerintah, apa yang telah direlakan warga di 2 desa itu dengan membangun sendiri infrastruktur jembatan mereka, sudah semestinya menumbuhkan kesadaran untuk merelakan tidak terpenuhinya berbagai kepentingan yang selama ini dibawa dalam melayani warga. Entah itu kepentingan ekonomi pribadi maupun kelompok, juga kepentingan politik. Sebab melayani warga adalah amanat dalam konstitusi negara. (*)

Tajuk Redaksi adalah pandangan redaksi wartablora.com kepada pembacanya tentang isu-isu aktual yang menjadi pemberitaan di wartablora.com.
April 2017

Mei 2017

Juni 2017

Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved