BLORA (wartablora.com)—Wakil Bupati Blora Arief Rohman memperkirakan anggaran yang dibutuhkan untuk menghidupkan kembali potensi wisata Gubug Payung yang ada di kawasan hutan Perhutani KPH Cepu. Arief memperkirakan sekurangnya Rp30 miliar untuk membuat wisata yang masuk wilayah administratif Kecamatan Sambong tersebut layak dikunjungi.
"Perkiraan biaya yang dibutuhkan sebesar Rp30 miliar untuk mengelola kawasan Gubug Payung, juga membenahi lokotour sekaligus relnya,” katanya usai mengunjungi kawasan tersebut, Senin, 8 Oktober 2018.
Ada sepanjang 26 kilometer rel yang perlu dikerjakan dari Heritage Loco Tour di Perhutani KPH Cepu hingga Gubug Payung jika ingin menghidupkan kawasan wisata yang ada di Desa Temengeng, Kecamatan Sambong itu. Inilah biaya terbesar yang perlu dikeluarkan dari perkiraan anggaran Rp30 miliar.
"Kita akan gandeng Perhutani dan PT. KAI untuk mengaktifkan kembali objek wisata Gubug Payung ini," katanya.
Ide menghidupkan kawasan wisata ini muncul setelah mulai dibangunnya Bandara Ngloram. Pemerintah Kabupaten Blora, katanya, perlu membangun potensi wisata daerah guna meningkatkan kunjungan melalui bandara tersebut nantinya.
“Kita ingin nanti setelah Bandara Ngloram terbangun, objek wisata Gubug Payung dan Loco Tour sudah dapat beroperasi kembali, sehingga nanti para pengunjung setelah turun dari pesawat di Ngloram, dapat kita arahkan untuk naik Loco Tour dari Cepu sampai Gubug Payung sambil menikmati hutan jati yang eksotis,” katanya.
Arief mengatakan, dalam kunjungannya tersebut ia menemukan sudah tidak ada lagi aktivitas di kawasan Gubug Payung. Bahkan beberapa titik di Gubung Payung sudah rusak dan penuh dengan coretan. Kondisi ini diperparah dengan Loco Tour yang sudah tidak beroperasi lagi sejak 18 tahun lalu.
"Sayang sekali jika bertahun-tahun dibiarkan tanpa aktivitas dan mangkrak," imbuhnya. (*)
Humas Pemkab Blora