BLORA (wartablora.com)—Pekerja alih daya yang bekerja di PT Geo Cepu Indonesia mengancam mogok kerja jika tak ada perundingan hingga titik temu antara para pekerja dengan manajemen PT Geo Cepu Indonesia. Agung Pujo Susilo, Ketua Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu menyatakan siap untuk mogok kerja.
Ancaman mogok kerja ini dilontarkan setelah 16 pekerja yang beroperasi di lapangan minyak distrik Nglobo dimutasi.
"Ini masih tarik ulur, ada perundingan atau tidak," kata Pujo saat dihubungi wartablora.com, Rabu siang (5/10/2016).
Sedianya mogok akan dilakukan pagi hari. Namun SPKP masih memberikan waktu untuk manajemen PT Geo Cepu mau diajak pertemuan tripartit dengan Dinas Tenaga Kerja setempat.
"Pertemuan kalau tidak di kantor PT Geo, ya di Dinas Tenaga Kerja," ujar Pujo.
Namun, hingga jelang jam 3, wartablora.com yang menanti di Kantor Dinas Tenaga Kerja lalu melanjutkan penantiannya di kantor PT Geo Cepu Indonesia di depan SD Kartini tak mendapati akan adanya pertemuan.
"Ini kita siap untuk mogok kerja," kata Pujo.
Sugiharto, Humas PT Geo Cepu Indonesia (GCI), menyatakan tuntutan perundingan SPKP Cepu tersebut salah alamat. Harusnya, kata Sugiharto, perundingannya dengan perusahaan tempat mereka dialih-dayakan.
"Ini yang dituntut kita terus," ucap Sugiharto.
Meski demikian, PT Geo Cepu Indonesia menurut Sugiharto tetap mencoba memfasilitasi.
"Kami undang saja ke kantor kita di sini. Undangan juga untuk pimpinan perusahaan outsourcing (alih daya) mereka," kata Sugiharto.
Hingga jelang 3 sore, tanda-tanda adanya pertemuan tak nampak. Baik di Kantor Disnaker Kabupaten Blora maupun di Kantor PT GCI, tak ada tanda-tanda kedatangan PT Caraka Perdana Megah, perusahaan alih daya 16 pekerja yang dimutasi tersebut. (*)