TUNJUNGAN (wartablora.com)—Teperdaya telepon mengatas-namakan Sekda Kabupaten Blora, Kades Karangtawang, Kecamatan Tunjungan, Parsidan dalam keadaan setengah sadar melukai raut mukanya dan lengannya dengan pecahan botol. Anehnya, saat melukai raut muka dan lengannya itu Parsidan tak mengalami rasa sakit, apalagi perih.
Kejadian ini berlangsung Minggu sore hingga tengah malam, 13 Januari 2013, di tanah lapang belakang perumahan Pos Ngancar, Kecamatan Tunjungan. Saat melukai dirinya sendiri itu, Parsidan dipandu seseorang yang mengatas-namakan Sekda Kabupaten Blora melalui telepon.
"Heran saya, saat menggores kulit muka dan lengan tak ada rasa sakit sama sekali. Tidak ada rasa perih saya rasakan," kata Parsidan sat dijumpai wartablora.com di rumahnya di Desa Karangtawang, Kecamatan Tunjungan, Rabu, 16 Januari 2013.
Parsidan baru saja pulang dari rumah sakit saat ditemui wartablora.com. Ia dirawat sejak Senin pagi hingga Rabu pagi. Perawatan itu atas perintah Plt. Sekda Kabupaten Blora, Sutikno Slamet.
"Saya Senin pagi bertemu Pak Sekda, lalu saya diperintahkan untuk opname terlebih dulu. Saya tidak sempat cerita ke Sekda, karena beliau melarang saya untuk cerita. Sekda bilang ke saya, beliau sudah tahu ceritanya. Saya lalu hanya dipinjami jaket dan diantar oleh ajudan beliau ke rumah sakit," kata Parsidan.
Menurut Parsidan, tak hanya dirinya yang teperdaya dengan telepon "gendam" itu. Setidaknya ada 4 kepala desa yang mendapat telepon Sekda Kabupaten Blora abal-abal. Namun, kata Parsidan, dirinya yang paling parah hingga masuk ke rumah sakit.
"Saya dapat giliran Minggu malam. Malam sebelumnya Kades Wonosemi (Kecamatan Banjarejo) juga mendapat telepon yang sama. Dia memang menuruti perkataan dari telepon itu. Tapi tak separah saya. Kemudian Kades Kalinanas (Kecamatan Japah) malam Selasa. Tadi malam, katanya ada lagi, tapi saya kurang begitu jelas informasinya," ujar Parsidan.
Dua Kades yang Parsidan sebutkan pertama telah bertandang ke rumah Parsidan. Mereka, "Bercerita hal yang sama. Mereka sampai keheranan terhadap diri saya kok sampai separah ini," kata Parsidan.
Lalu bagaimana ceritanya hingga Parsidan mau melukai wajahnya sendiri dengan pecahan-pecahan botol? (*)
Gatot Aribowo