Rabu, 13 Desember 2017, 11:39 WIB

Lepas Sambut Dandim 0721/Blora

Selamat Jalan Letkol Susilo, Selamat Datang Letkol Ryzadly

Humas Pemkab Blora Bupati Blora Djoko Nugroho memberikan kenang-kenangan kepada mantan Dandim 0721/Blora, Letkol (Inf) Susilo di acara lepas sambut Dandim di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Selasa (12/12/2017) malam.

BLORA (wartablora.com)—Lepas sambut Komandan Distrik Militer (Dandim) 0721/Blora dari yang lama kepada yang baru berlangsung Selasa malam, 12 Desember 2017 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora. Dalam acara lepas sambut ini, jajaran petinggi di Kabupaten Blora menyambut kedatangan Letkol (Inf) Ryzadly Syahrazzy yang sebelumnya menjabat Dan Yonif 411/Raider Salatiga, dan melepas Letkol (Inf) Susilo yang akan bertugas di Brigade Infanteri Para Raider 3/Kostrad Makassar.

Serah terima jabatan Dandim 0721/Blora dari Letkol Susilo kepada Letkol Ryzadly telah dilangsungkan di Markas Korem 073/Makutarama di Salatiga, Kamis, 7 Desember 2017 lalu.

Dalam kesan-kesannya yang disampaikan di hadapan jajaran petinggi Kabupaten Blora, Letkol Susilo yang menjabat Dandim Blora sejak akhir 26 Februari 2016 menyatakan rasa terima kasihnya kepada jajaran petinggi Kabupaten Blora atas sinerginya dalam menjalankan tugasnya sebagai Dandim.

"Terimakasih atas dukungan semua pihak dan mohon maaf jika selama bertugas di Blora ini kami ada banyak kekurangan,” katanya.

Sementara Letkol Ryzadly yang menggantikan Letkol Susilo sejak 7 Desember 2017 berharap sinergitas antar Pimpinan TNI AD di wilayah teritorial Blora dengan pimpinan-pimpinan lainnya terus berlanjut.

“Saya berharap Pemkab bisa memberdayakan kami untuk turut serta mewujudkan Blora yang lebih maju. Ini merupakan jabatan pertama kali saya sebagai Dandim, sehingga masih perlu banyak belajar,” harapnya.

Letkol Ryzadly yang lulus Akmil tahun 1999 ini sebelumnya memang belum pernah bertugas di jajaran komando teritorial. Selama 18 tahun karirnya di militer, ayah 3 anak ini bertugas di pasukan tempur. Lulus dari Akmil, Ryzadly ditempatkan di Batalyon Infanteri Para Raider 330/Tri Dharma. Ini adalah batalyon-nya Kostrad.

"Saya sepenuhnya dilahirkan dari mulai letnan dua sampai sekarang di kesatuan Kostrad," katanya.

Setelah dari 330/Tri Dharma, Ryzadli dipindahkan ke Batalyon Infanteri Raider 321/Galuh Taruna, lalu ke Brigade Infanteri Para Raider 3/Tri Budi Mahasakti Makassar sebelum melanjutkan sekolah staf dan komando AD (Seskoad). 

Lulus Seskoad, Rizadlly ditugaskan menjadi Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Kostrad Divisi 2 Malang, lalu dipercaya memegang komando Batalyon Infanteri 411/Raider Salatiga sebelum akhirnya menjabat Dandim 0721/Blora.

Tradisi Satuan

Usai lepas sambut di jajaran petinggi Kabupaten Blora pada Selasa malam, Letkol Susilo dan Letkol Ryzadly dilepas sambut jajaran anggota TNI di markas Kodim 0721/Blora, Rabu pagi, 13 Desember 2017. Ini merupakan tradisi satuan yang dilakukan setiap kali ada pergantian komando.

Kedatangan Letkol Ryzadly disambut perwira piket yang selanjutnya melaporkan situasi markas, dan sesudahnya disambut Letkol Susilo yang mengalunginya dengan karangan bunga.

Kepada anggotanya, Dandim baru berharap selalu dukungannya untuk tugas-tugas barunya di jajaran Kodim 0721/Blora. "Saya harapkan seluruh perwira dan anggota mendukung saya dalam setiap kegiatan, dan bimbingannya karena saya masih baru bertugas  di satuan teritorial ini," katanya.

Sementara Dandim lama kepada bekas anggotanya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan sejak ia menjabat Februari 2016. "Saya semenjak tanggal 7 kemarin (7/12/2017) bukanlah menjadi komandan kalian. Tapi sekarang saya adalah saudara kalian," ucapnya. (*)



Jumat, 22 Desember 2017

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken memelopori peternak sapi di desanya untuk mengembangkan alat giling pakan ternak. Sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang dibinanya.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved