JAPAH (wartablora.com) — Pemilihan ulang kepala desa Bogorejo, Kecamatan Japah akan digelar pada 5 September mendatang. Pemilihan ulang ini dilakukan lantaran kerusuhan yang terjadi pada pemilihan 25 Agustus lalu. Kesepakatan pemilihan ulang ini diambil setelah terjadi pertemuan antara masing-masing calon kepala desa yang difasilitasi Kapolres Blora dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Blora Winarno.
“Dalam persetujuan mereka, pemilihan kepala desa tanggal 25 Agustus ini ditunda, dan akan dilakukan ulang pada 5 September nanti,” kata Kapolres Blora AKBP Kukuh Kalis Susilo belum lama ini.
Kerusuhan pemilihan kepala desa Bogorejo terjadi dipicu politik uang yang dilakukan salah satu calon. Modusnya dengan membagikan amplop uang berisi Rp 150 ribu, dan juga menggelar undian bagi warga pemilih dengan hadiah sepeda motor.
“Hadiah sepeda motor sejumlah dua unit dengan merk Honda Revo dari calon nomor urut satu itu dibakar oleh pendukung nomor urut dua,” kata seorang sumber di kepolisian.
Kerusuhan ini terjadi menjelang akhir penghitungan suara. Tidak adanya aturan jelas dan tegas untuk pelanggaran politik uang dalam pemilihan kepala desa mengakibatkan massa pendukung nomor urut dua berbuat onar.
“Tepat pukul 17.30 sejumlah pendukung calon kades nomor urut dua merangsek dengan cara melompat pagar masuk. Maksudnya mengambil surat suara yang telah dihitung. Namun upaya itu berhasil dibendung panitia karena surat suara lebih cepat diamankan panitia,” ujar sumber tersebut.
Upaya merebut surat suara gagal tak membuat massa pendukung nomor urut dua berhenti. Provokasi salah seorang pendukung membuat masa makin brutal. Mereka membakar sepeda motor revo absolut yang akan digunakan sebagai hadiah undian bagi pemilih calon nomor urut satu. Bahkan seorang pendukung sempat melakukan aksi kekerasan terhadap warga yang telah mendapatkan hadiah undian sepeda motor.
Kerusuhan ini mampu diredam setelah jajaran petinggi Polres Blora tiba di lokasi. Dengan didampingi salah satu pejabat pemerintah, Kapolres Blora akhirnya mampu menenangkan massa.Selanjutnya digelar pertemuan antara jajaran petinggi Polres Blora dan pejabat pemerintah kabupaten dengan dua calon kepala desa. (*)
Dokumen wartablora.com