Jumat, 27 Oktober 2017, 09:35 WIB

Pikap Tabrak Honda di Klokah Kunduran

Pengendara Motor Patah Kakinya

Ist. Kepolisian dari Satlantas Polres Blora melakukan olah kejadian kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Blora - Kunduran, tepatnya ikut wilayah Pedukuhan Pacing, Desa Klokah, Kecamatan Kunduran, Jumat (27/10/2017).

BLORA (wartablora.com)—Sial dialami Wisnu Prasetyo Nugroho, pemuda 24 tahun yang beralamat di Desa Klokah RT. 6/RW. 4, Kecamatan Kunduran, Blora, Jumat subuh, 27 Oktober 2017. Ia mengalami patah kaki saat ditabrak pikap yang melaju, menyalip kendaraan di depannya tanpa melihat dari arah depan ada sepeda motor yang berpapasan. Selain patah kaki, Wisnu juga mengalami luka di wajahnya.

Tabrakan ini terjadi di Jalan Raya Blora - Kunduran, tepatnya ikut wilayah Pedukuhan Pacing, Desa Klokah, Kecamatan Kunduran.

"Tabrakan terjadi sekitar pukul 4.15 pagi," kata Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit Laka) Satlantas Polres Blora, Ipda Zaenul Arifin, Jumat pagi.

"Korban atas nama Wisnu Prasetyo Nugroho," jelas Ipda Arifin, "mengalami luka patah kaki kiri, babras wajah, robek dada kanan, dahi dan tidak sadar."

Sementara sopir pikap atas nama Andriana, 31 tahun, beralamat di Desa Sambirejo RT. 2/RW. 3, Kecamatan Wirosari, Grobogan tidak mengalami luka sama sekali.

"Secara kronologis, pikap bernomor polisi K-1820-WF berjalan dari arah utara ke selatan di Jalan Raya Blora Kunduran," terang Ipda Arifin.

Sesampainya di tempat kejadian kecelakaan, pikap ini coba menyalip kendaraan bermotor di depannya tanpa memperhitungkan dari arah depan ada kendaraan lain yang berpapasan atau tidak.

"Menyalipnya ini juga terlalu ke kanan, sehingga memakan jalan hingga ke pinggir kanan," kata Ipda Arifin.

Tidak tahunya dari arah depan sedang melaju Wisnu yang mengendarai sepeda motor Honda bernomor polisi K-5356-GF.

"Tabrakan pun tak terhindarkan," ujar Ipda Arifin.

Petugas dari Satlantas Polres Blora pun melakukan olah kejadian pada Jumat pagi. Sementara Ipda Arifin menghimbau agar pengemudi kendaraan roda 4 untuk selalu waspada saat hendak menyalip kendaraan di depannya.

"Dihitung dulu, apakah dari depan ada kendaraan atau tidak. Kalau tidak dihitung dan dilihat, ini ngawur namanya, yang atas kelalaiannya bisa-bisa menyebabkan orang lain celaka," tandasnya. (*)



Jumat, 22 Desember 2017

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken memelopori peternak sapi di desanya untuk mengembangkan alat giling pakan ternak. Sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang dibinanya.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved