Senin, 05 Februari 2018, 16:40 WIB

Anak Sekolah Tabrak Penyeberang Jalan Hingga Tewas

Pewarta : Gatot Aribowo
Satlantas Polres Blora Polisi meminta keterangan dari pihak-pihak yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Japah-Ngawen, Senin (5/2/2018).

BLORA (wartablora.com)—Kecelakaan melibatkan anak sekolah dan penyeberang jalan terjadi di Jalan Raya Ngawen-Japah, Senin pagi, 5 Februari 2018. Kecelakaan lalu lintas ini menyebabkan penyeberang jalan meninggal setelah sempat tak sadarkan diri sewaktu dibawa ke rumah sakit. Tidak diketahui secara pasti, apakah anak sekolah pengendara sepeda motor yang menabrak penyeberang jalan ini melaju dengan kecepatan tinggi atau tidak. 

Kasatlantas Polres Blora AKP Febriyani Aer melalui Kanit Lakalantas Ipda Zaenul Arifin mengungkapkan, penyeberang jalan atas nama Ngasmi, beralamat di  Dukuh Banjarejo RT. 07/RW. 01 Desa Harjowinangun, Kecamatan Japah ini mengalami robek di bagian belakang kepala.

"Penyeberang jalan yang ditabrak ini tidak sadarkan diri saat kejadian, dan kemudian meninggal dunia saat di rumah sakit," kata Ipda Zaenul, Senin siang.

Sementara pengendara sepeda motor Suzuki yang menabrak penyeberang jalan ini hanya mengalami luka ringan.

Anak sekolah yang menabrak ini berboncengan laki-laki dan perempuan. Ipda Zaenul mengatakan, pengendara sepeda motor ini adalah Nurfauziah Sintani (17 tahun) yang tinggal di Desa Padaan RT. 03/RW. 01 Kecamatan Japah. Sementara pemboncengnya adalah Muhammad Firdaus Ubaidillah, berusia dan beralamat sama dengan pengendara.

"Jadi secara kronologis, sepeda motor Suzuki bernomor polisi B-6992-KMX yang dikendarai oleh Nurfauziah Sintani berjalan dari arah utara ke selatan di Jalan Raya Japah–Ngawen. Sesampainya di tempat kejadian, tepatnya ikut wilayah Desa Ngrambitan di Kecamatan Japah, di depan ada pejalan kaki yang bermaksud menyebrang dari utara ke selatan. Karena jarak sudah dekat maka terjadilah lakalantas," jelas Kanit Laka.

Kejadian ini sendiri terjadi sekitar jam setengah 7 pagi, saat anak-anak berangkat sekolah.

Atas kejadian ini, Ipda Zaenul mengimbau untuk pengendara sepeda motor, terutama anak-anak sekolah selalu waspada dalam berkendara.

"Biasanya anak muda, baru bisa naik sepeda motor, inginnya melaju dengan kecepatan tinggi dan tanpa perhitungan kewaspadaan. Ini membahayakan. Baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Saya mengimbau agar tidak usah ngebut di jalanan umum. Sementara imbauan saya untuk pejalan kaki yang menyeberang, selalu lihat-lihat aman tidaknya ketika mau menyeberang," paparnya. (*) 



Jumat, 22 Desember 2017

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken memelopori peternak sapi di desanya untuk mengembangkan alat giling pakan ternak. Sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang dibinanya.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved