Minggu, 29 Oktober 2017, 18:13 WIB

Prosesi Pembaretan Bintara Remaja Polres Blora

Ixzan Assory Kapolres Blora AKBP Saptono melakukan penyiraman air kembang kepada perwakilan remaja perempuan dan laki-laki sebelum dibaret. Penyiraman air kembang ini merupakan rangkaian dari tradisi pembaretan untuk Sabhara baru.

Sejumlah 22 Bintara Remaja Polres Blora, 1 di antaranya polisi wanita, telah bergabung menjadi Keluarga Besar Polres Blora. Mereka dibaret. Sebelumnya disiram air kembang.

Oleh : Ixzan Assory

HARI Minggu tanggal 29 Oktober 2017 merupakan hari yang spesial untuk 22 remaja laki-laki dan perempuan yang telah mengikuti penggemblengan selama 7 bulan untuk bisa bergabung dengan Unit Sabhara Polres Blora. Di hari itu, mereka—1 diantaranya wanita—telah "dilantik" untuk menjadi anggota kepolisian di Polres Blora, ditandai dengan pembaretan.

Pembaretan digelar dalam upacara khusus yang dilaksanakan di lapangan Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Minggu. "Pemasangan Baret Sabhara merupakan tanda memasuki dunia baru sebagai polisi sejati," kata Kapolres Blora AKBP Saptono kepada remaja-remaja ini.

"Kalian," pesan Kapolres selanjutnya, "adalah generasi penerus polisi yang harus memegang teguh nilai-nilai luhur. Polisi yang tahu dan paham sebagai seorang Bhayangkara bukan hanya profesional dalam bertugas tapi sikap mental keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan harus kita junjung tinggi."

Sebelum dibaret, Kapolres melakukan prosesi penyiraman air kembang kepada 2 remaja sebagai perwakilan. Dua remaja dipilih, satu dari polisi laki-laki dan satu dari polisi wanita.

Prosesi pembaretan ini telah dimulai sehari sebelumnya. Sebelum tiba di Desa Gandu pada Minggu siang, 22 remaja ini sebelumnya telah berjalan kaki dengan menempuh jarak sejauh 35 kilometer dari pemberangkatan di Desa Waru, Kecamatan Jepon. Mereka berjalan menyusuri jalan pedesaan hingga pegunungan. Mereka berhenti di tiap pos yang telah ditentukan untuk menyelesaikan beberapa ujian.

"Ujiannya seperti bongkar pasang senjata, pakai perlengkapan Dalmas, merayap di sungai, penanganan korban penyekapan, halang rintang, turun tebing, hingga pengambilan baret di puncak Gunung Pencu. Mereka juga bermalam di tengah hutan, dan diajarkan beberapa teknik survival bertahan hidup dengan keterbatasan," jelas Kapolres Blora AKBP Saptono.

Sebelum prosesi ini, mereka telah ditempa orientasi penggemblengan fisik dan mental selama 7 bulan. Mereka merupakan angkatan ke-41 Bintara Baru di Polres Blora.

Pembaretan ini, kata Kapolres, adalah proses penerimaan bintara baru yang dilakukan secara turun temurun dalam sebuah tradisi. Tujuannya agar pada saat bertugas di lapangan mereka dapat lebih menghargai seniornya yang setingkat lebih tingg. Selain juga untuk meningkatkan respek dan ketanggapan saat menerima perintah dari atasan langsung.

"Kegiatan seperti ini bukan semata-mata untuk menyakiti atau bertindak kejam. Melainkan ingin menumbuhkan dan tetap menjaga jiwa korsa serta untuk menjalin hubungan kekeluargaan di antara Kepolisian dengan warga masyarakat, lalu saling mengenal dan mengetahui lingkungan alam yang perlu kita lestarikan," terang Kapolres.

Sebagai penutup pembaretan, Kapolres berpesan untuk remaja-remaja yang telah dilantik jadi anggota kepolisian di Polres Blora.

"Jadilah polisi dambaan masyarakat. Tugas tantangan semakin berat. Saya pesan: jaga fisik dan penampilan! Karena itu menunjang tugas. Jaga integritas! Karena itu adalah cerminan dari dirimu. Selamat memasuki dunia baru dan selamat bergabung di jajaran Polres Blora. Jadikan Polres Blora kebanggaan dengan menjadi sosok yang melindungi mengayomi dan melayani masyarakat." (*)



Jumat, 07 April 2017

Papua terkenal dengan malarianya. Pernah suatu ketika di 2006 satgas yang baru tiba, prajuritnya banyak yang kena malaria. Lalu bagaimana persiapan prajurit 410 menghadapi malaria?


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved