Selasa, 09 Mei 2017, 16:17 WIB

Pelajar SD Baitunnur Juarai Festival Dalang Cilik Nasional 2017

Istimewa Wishme Salman Abdillah dengan pialanya di kejuaraan Festival Dalang Cilik Nasional 2017.

BLORA (wartablora.com)—Festival Dalang Cilik Nasional 2017 digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2-6 Mei baru-baru lalu. Tampil sebagai juara dalam festival ini Wishme Salman Abdillah, dalang cilik dari Sanggar Seni Cahyo Sumirat Blora. Alif, sapaan akrab Wishme Salman Abdillah, mampu menyingkirkan 37 pesaingnya dari berbagai daerah, termasuk rekan-rekannya dari Blora. Dalam festival ini, Blora mengirimkan 3 dalang ciliknya yang pernah menjuarai festival tingkat kabupaten beberapa waktu silam.

Ki Nuryanto, pengasuh Sanggar Seni Cahyo Sumirat dalam rilisnya menyebutkan, selain Alif, 2 dalang cilik yang dikirimkan untuk ikut dalam festival tersebut adalah Tegar Haryoseno, siswa MI Assalam Cepu, dan Aknantya Akmal Fauzan, siswa SDN 1 Sambong.

"Ini menjadi kemenangan dan kebanggaan kita semuanya," kata Ki Nuryanto, Selasa (9/5/2017).

Alif yang duduk di kelas VI SD Islam Baitunnur Blora ini memperoleh poin tertinggi, melampaui poin yang diperoleh dalang cilik dari Banjarnegara, Tulungagung, dan Kulonprogo, serta Yogyakarta.

"Alif memperoleh nilai sebanyak 755. Sementara juara kedua diperoleh Zaki Nugrah Maulana dalang cilik dari Banjarnegara dengan nilai 738, dan juara ketiga diraih Muh Rafi Nur Fauzy dari Tulungagung Jatim dengan nilai 737. Juara keempat Hilmy Maulana Adi dari Kulonprogo dengan nilai 735 dan juara kelima Bagas Nursatwika dari Kota Yogyakarta dengan nilai 724," sebut Ki Nuryanto.

Dikatakannya, dalam festival ini putra dari Edi Purwanto, warga Dukuh Maguan, Desa Tamanrejo, Kecamatan Tunjungan ini memainkan lakon Gatotkaca Jedi.

"Sementara Tegar memainkan lakon Wahyu Cakraningrat, dan Akmal memainkan lakon Wahyu Topeng Waja," sebutnya kemudian.

Harusnya, kata Ki Nuryanto, Blora dapat memboyong juara. Sebab menurutnya Blora mendominasi dalam pegelaran festival tersebut.

"Namun ternyata juri dari UNY berkata lain. Hanya Alif yang berhasil meraih juara," ujarnya.

Meski demikan Ki Nuryanto tetap merasa bangga.

"Karena 3 dalang cilik dari Blora dan rombongannya sebanyak 18 orang tampil komplit, didaulat tampil perdana untuk mengiringi prosesi pembukaan festival. Selain mendalang, mereka juga tampil menabuh karawitan bergantian mengiringi jalannya pentas yang dilakonkan temannya," jelasnya. (*)



Jumat, 01 Juni 2018

Bagi peseduluran sikep Samin di Klopoduwur, Pancasila telah jadi nafas keseharian mereka. Momen hari Pancasila bahkan telah diawali di sore hari sebelum 1 Juni, berlangsung hingga sore di 1 Juni. Ada 3 acara: doa bersama warga jelang berbuka puasa di petang pada 31 Mei, ritual malam di tengah malam jelang pergantian hari, dan berbuka bersama dengan anak-anak muda.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved