Selasa, 31 Januari 2017, 13:01 WIB

Kunto Aji: Kami Ingin Lestarikan Wayang Orang

wartablora.com Kunto Aji, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blora.

BLORA (wartablora.com)—Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blora, Kunto Aji menyatakan keinginannya untuk melestarikan kesenian wayang orang. Seni wayang orang ini diakui Kunto Aji memang hampir punah. Karenanya menurut Kunto Aji perlu dilestarikan.

"Karena itu tetap kita sebagai pemerintah, kami ingin tetap melestarikan (seni wayang orang). Syukur bisa menambah khasanah seni budaya (yang ada di Blora)," kata Kunto Aji, Selasa (31/1/2017).

Sebelumnya, Margono, salah seorang pemain seni wayang orang di Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon, kepada wartablora.com mengatakan, sudah lebih dari 6 tahun seni wayang orang di Kabupaten Blora tidak pernah ada pertunjukkannya lagi.

"Kita tampil terakhir saat Pilbup 2010. Dua kali penampilan di tahun itu. Satunya untuk melestarikan seni wayang orang ini yang ditampilkan di depan (sekarang) pasar rakyat Jepon itu, satunya lagi tanggapan untuk kampanye salah satu paslon," kata Margono, Senin (16/1/2017).

Eksistensi seni wayang orang bahkan diakui Kunto Aji sudah hampir punah.

"Untuk di Kabupaten Blora (seni wayang orang) hampir tidak ada (lagi). Di Ketangar, Karangjati, dulu itu juga ada. Saya juga pernah dengar itu. Kemudian di Jepon. Di Cepu, dulu saya pernah di 2008 - 2009, saya cek juga tidak ada. Hanya beberapa yang tersisa," kata Kunto Aji.

Mantan Camat Kota Blora ini mengatakan, untuk mewujudkan pelestarian seni wayang orang, pihaknya dalam waktu dekat akan mengumpulkan kelompok-kelompok kesenian yang ada di Kabupaten Blora.

"Saat ini kami masih fokus untuk konsolidasi. Ini belum selesai. Kami masih menginvetarisasi aset-aset yang dilimpahkan ke kami, baik itu dari Dinas Pendidikan yang dulunya Kepemudaan dan Olahraga ada di situ, kemudian dari DPPKKI yang mana dulunya Kebudayaan dan Pariwisata menginduk ke sana. Setelah ini selesai, nanti kami akan kumpulkan. Semuanya, tidak hanya seni wayang orang saja," papar Kunto Aji.

Dari sini, lanjut Kunto Aji, selanjutnya pemerintah akan melakukan validasi.

"Manakala nantinya kemampuan keuangan dibutuhkan (untuk pelestarian seni wayang orang), akan kami berikan bantuan. Tentunya nanti kami akan dampingi untuk syarat-syarat administrasi (untuk dapat bantuan) terpenuhi," pungkasnya. (*) 



Jumat, 01 Juni 2018

Bagi peseduluran sikep Samin di Klopoduwur, Pancasila telah jadi nafas keseharian mereka. Momen hari Pancasila bahkan telah diawali di sore hari sebelum 1 Juni, berlangsung hingga sore di 1 Juni. Ada 3 acara: doa bersama warga jelang berbuka puasa di petang pada 31 Mei, ritual malam di tengah malam jelang pergantian hari, dan berbuka bersama dengan anak-anak muda.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved