Minggu, 11 Desember 2016, 16:53 WIB

Makam Sunan Pojok Didesain Mataraman

Suara Merdeka Desain makam Sunan Pojok.

BLORA (wartablora.com)—Pemkab Blora telah menyiapkan desain renovasi komplek makam Sunan Pojok. Munurut rencana, bangunan makam didesain dengan model Mataraman. Desain itu telah dipresentasikan oleh Bappeda di hadapan Bupati Djoko Nugroho dan Wakil Bupati H Arief Rohman.

Presentasi dihadiri pula Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Blora KH Muharror Ali serta sejumlah pengurus Yayasan Sunan Pojok. Makam Sunan Pojok terletak di utara Alun-alun Blora. Namun makam tersebut berada di belakang bangunan kantor dan pertokoan meski ada jalan masuk menuju makam tersebut. Menurut rencana, renovasi yang diiringi dengan penataan komplek makam akan dilaksanakan tahun depan. “Nantinya komplek makam Sunan Pojok akan ditata dengan model Mataraman,” ujar Kepala Bappeda Samgautama Karna.

Menurut rencana, bangunan induk makam tidak akan dipugar. Pemugaran hanya dilakukan pada pagar sekeliling makam dan perluasan area ziarah di lokasi pertokoan. Pertokoan yang berada di timur makam akan dibongkar. Lokasi tersebut akan didirikan pendopo joglo besar sebagai lokasi peziarah.

Selain itu akan dibangun pula gapura pintu masuk yang baru menyerupai bangunan candi dengan bahan dasar batu bata. Gapura itu berada di sebelah timur di tepi Jalan MR. Iskandar. “Pembangunan gapura nanti bisa dipercantik dengan hiasan kaligrafi dan pencahayaan sinar lampu yang terang. Sehingga bangunan yang baru, bisa menjadi landmark kebanggaan Blora,” kata Wabup H Arief Rohman.

Bupati Djoko Nugroho menginginkan agar area makam Sunan Pojok nantinya bisa dijadikan sebagai salah satu ikon wisata religi dan budaya di Kabupaten Blora. Bupati pun meminta para kyai dan pengurus Yayasan Sunan Pojok yang hadir dalam presentasi memberikan masukan. “Monggo urun rembug, baiknya bagaimana,” tambah Bupati.

Ketua Yayasan Sunan Pojok, Suryanto mengusulkan, agar ada penambahan toilet untuk para peziarah. Pasalnya para peziarah selalu antri panjang untuk ke toilet karena jumlahnya terbatas.  “Kami usulkan minimal ada tambahan lima toilet,”  katanya.

KH Muharror Ali juga menyampaikan hal yang sama. Secara umum pihaknya menyetujui jika Makam Sunan Pojok akan ditata kembali. Dia mengharapkan Pemkab menambah toilet dan perluasan tempat wudhu. Menanggapi usulan itu Bupati pun meminta kepada Bappeda untuk menambah toilet dan tempat wudhu. (*)

Sumber: Suara Merdeka



Jumat, 01 Juni 2018

Bagi peseduluran sikep Samin di Klopoduwur, Pancasila telah jadi nafas keseharian mereka. Momen hari Pancasila bahkan telah diawali di sore hari sebelum 1 Juni, berlangsung hingga sore di 1 Juni. Ada 3 acara: doa bersama warga jelang berbuka puasa di petang pada 31 Mei, ritual malam di tengah malam jelang pergantian hari, dan berbuka bersama dengan anak-anak muda.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved