Senin, 09 Oktober 2017, 14:31 WIB

Dari 1.381 Pasangan Cerai di Blora

Ada yang Baru Sebulan Menikah, Langsung Cerai

Dok. Yustisi Yudhasmara, Bagian Informasi Pengadilan Agama Kelas 1B Blora.

BLORA (wartablora.com)—Tingkat perceraian di wilayah Kabupaten Blora masih tinggi. Di tahun ini, hingga September 2017, angka perceraian mencapai 1.381 pasangan. Dari sejumlah pasangan itu, ditemukan ada pasangan yang baru sebulan menjalani pernikahannya.

"Angka perceraian di kabupaten ini masih tinggi. Bahkan ada yang baru sebulan menikah, mengajukan gugatan cerai. Pasangan ini ada di Desa Tambahrejo, Blora. Usia laki-lakinya lebih muda, yakni 18 tahun, sementara yang perempuan 22 tahun. Menikahnya mengajukan dispensasi, karena si perempuan hamil duluan. Yang mengajukan dispensasi laki-lakinya, karena di undang-undangnya usia minimal laki-laki adalah 19 tahun," papar Yustisi Yudhasmara, Bagian Informasi Pengadilan Agama Kelas 1B Blora, Senin (9/10/2017). 

Meskipun masih tinggi, jumlah angka perceraian ini dikatakan Yustisi ada kecenderungan menurun. Sebagai perbandingan di tahun 2016, jumlah pasangan cerai dari awal Januari hingga akhir Desember ada sebanyak 1.812 pasangan. Dari sejumlah ini, pasangan cerai dengan usia pernikahan terpendeknya adalah 3 bulan.

"Kalau di tahun lalu usia tercepat perkawinan yakni 3 bulan, dan usia terlama perkawinannya yakni 32 tahun," kata Yustisi.

Untuk alasan perceraian, dikatakan Yustisi, masih cenderung sama.

"Karena ketidak-cocokan, alasan ekonomi, juga perselingkuhan. Faktor lainnya kenakalan kaum laki, seperti mabuk dan judi," sebut Yustisia.

Ditambahkannya, hingga akhir September masih ada 43 pasangan yang sedang berproses cerai.

"Jadi pasangan yang mengajukan cerai ada sebanyak 1.424, dengan 1.381 pasangan telah dinyatakan bercerai," tambahnya.

Pasangan yang telah dinyatakan bercerai ini, sebagian kecil melalui cerai talak.

"Ada 441 yang prosesnya melalui cerai talak. Sisanya melalui cerai gugat," pungkasnya. (*)



Jumat, 22 Desember 2017

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken memelopori peternak sapi di desanya untuk mengembangkan alat giling pakan ternak. Sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang dibinanya.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved