BLORA (wartablora.com)—Sial dialami 2 pemuda Karangnongko, Desa Buloroto, Kecamatan Banjarejo. Mereka berdua dikeroyok lebih 30-an orang, dan sempat dirampas sepeda motornya sebelum akhirnya dikembalikan. Pelaku pengeroyokan diduga warga dari Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo.
Kejadian ini menimpa mereka berdua, Sabtu (29/5/2017), lewat tengah malam, saat melintas di Pondok Pesantren Khozinatul Ulum di Kaliwangan, Mlangsen, Kecamatan Blora Kota.
"Mereka berjumlah lebih dari 30-an orang," kata Sigit, 16 tahun, salah satu dari 2 korban yang satu jam setelah kejadian melapor ke Polsek Kota Blora.
Sigit bahkan mengalami pingsan setelah dihajar 7 orang dari 30-an lebih yang menghadang mereka di jalan di depan Pondok Pesantren Khozinatul Ulum di Kaliwangan.
"Kami waktu itu mau pulang setelah dari alun-alun," katanya.
Saat pulang itu Sigit bersama Joko Prayitno, 25 tahun. Mereka berdua bawa kendaraan sendiri-sendiri. Joko bawa Vario, Sigit bawa Supra.
"Kami kaget saat hendak lewat di pondok pesantren itu," ujarnya.
Ada puluhan orang yang menghadang di tengah jalan. Mereka sontak mencoba menaikkan kecepatan kendaraannya, bermaksud melarikan diri sambil menghindar dari lemparan batu.
Joko jatuh, lalu coba berdiri dan berlari menyelematkan diri. Ia tak lagi mampu menyelamatkan handphone dan Varionya. Nyawanya yang utama perlu diselamatkan.
Namun tidak demikian dengan Sigit. Saat melarikan diri itu, ia dikejar hingga di lapangan voli Pondok Pesantren Khozinatul Ulum. Sigit pun ditabrak sepeda motor dari salah seorang pengejar. Sigit terjatuh. Ia dihajar 7 orang dari mereka hingga pingsan. Ia tak lagi sadar saat dompet diambil sama pengeroyok.
"KTP, SIM A, SIM C, 2 karu ATM juga sepeda motor saya diambil," kata Sigit.
Setelah sadar, Sigit pun tertatih pulang sebelum diantar sama pemuda-pemuda Karangnongko menuju ke Polsek Blora Kota buat bikin laporan kepolisian. Sigit, bersama Joko sempat menjalani visum.
Sementara dihimpun dari keterangan kepolisian, Sigit dan Joko ini menjadi korban pengeroyokan salah sasaran. Dua sepeda motor mereka diketemukan sama tentara yang bertugas menjadi Bintara pembina desa (Babinsa) di Desa Buluroto, lalu dikembalikan ke korban.
"Pelaku diduga dari Desa Sendangwungu," keterangan pihak otoritas kepolisian. (*)
Tejo Prabowo