BLORA (wartablora.com)—Zainudin, korban pengeroyokan massa di Desa Plosorejo Kecamatan Kunduran besok, Jumat (7/4/2017), rencananya akan dioperasi dari patah tulang kakinya. Saat ini Zainuddin dirawat di RSUD dr. Soetijono Blora. Saat dijenguk wartablora.com, Kamis (6/4/2017), Zainudin tengah terlelap ditunggui istrinya, Sugiarti. Kaki kanannya dibalut perban yang diapit batangan kayu.
"Ia mengalami patah tulang kaki kanan. Rencananya besok dioperasi," kata dokter Fatkhurokhim, Kabid Pelayanan RSUD dr. Soetijono.
Dokter Fatkhur memastikan tidak ada luka lain yang diderita Zainudin, 27 tahun, yang jadi korban pengeroyokan itu.
"Tidak ada luka lain. Kemarin (Rabu, 5/4/2017) sampai ke RSUD ini sekitar Maghrib. Ini ditangani sama dokter ahli bedah," katanya.
Sementara itu, Meisa, anak bungsu dari Zainudin yang masih berusia 11 bulan, luka di keningnya telah dibalut perban. Meisa termasuk salah satu yang jadi korban pengeroyokan. Anak Zainudin lainnya yang jadi korban pengeroyokan adalah Zahra, usia hampir 3 tahun. Ia juga mengalami luka di keningnya.
Korban dari pengeroyokan massa lainnya adalah Agus Dendi Purwanto, warga Desa Bakah Kecamatan Kunduran. Agus adalah teman Zainudin sewaktu sama-sama bekerja di Terminal Pulogadung, Jakarta. Sementara Zainudin sendiri adalah warga Indramayu, Jawa Barat. Ia beristrikan Sugiarti, warga Desa Bacem Kecamatan Banjarejo.
Sebelumnya, Zainudin dikeroyok sejumlah orang di Desa Plosorejo, Kecamatan Kunduran, Rabu siang (5/4/2017). Polisi menyebut massa berasal dari dua desa, yakni Desa Plosorejo dan Desa Ngilen. Pengeroyokan akibat salah paham. Massa menyangka Zainudin adalah pelaku penculikan anak. (*)
wartablora.com