BLORA (wartablora.com)—Korban pengeroyokan akibat maraknya isu penculikan anak, Zainudin rencananya akan menjalani operasi patah kaki kanannya untuk yang kedua kalinya, Kamis pekan ini, 20 April 2017. Selasa, 18 April 2017, Zainudin kembali menjalani rawat inap setelah Minggu, 9 April 2017, sempat keluar dari RSUD dr. Soetijono atas saran dokter.
"Kamis ini dokternya menjadwalkan untuk operasi yang kedua," ujar Sugiarti, istri Zainudin, Selasa (18/4/2017).
Operasi pertama dijalani Zainudin pada Jumat, 7 April 2017. Operasi itu untuk luka barunya akibat pengeroyokan yang terjadi pada Rabu, 5 April 2017, di Desa Plosorejo, Kecamatan Kunduran. Luka baru diderita Zainudin dari lutut hingga betis. Tulang kecil di kakinya, di bawah lutut hingga betis mengalami pecah. Sementara tulangnya di tumit kakinya yang dulu pernah di-pen mengalami pergeseran. Tulang di tumit kakinya ini belum disentuh saat operasi yang pertama.
"Operasi yang kedua ini nanti untuk keseluruhan, dari lutut hingga tumit," kata Sugiarti.
Untuk meringankan biaya, Sugiarti sempat kembali ke Indramayu untuk mengurus Jamkesmas.
"Kami keluar dari RSUD dulu hari Minggu (9/4/2017). Atas saran dokter. Karena saat itu suami saya belum punya Jamkesmas. Lalu saya (sendirian) ke Indramayu untuk mengurus," kata Sugiarti.
Zainudin sendiri kepada wartablora.com belum bisa berkisah banyak. Ia hanya ingin pelaku pengeroyokan diproses hukum. Namun yang pasti jika polisi ingin dirinya mengidentifikasi siapa-siapa pelakunya, Zainudin sanggup menunjukkannya.
"Saya masih ingat (wajah-wajah) pelakunya," tandasnya.
Untuk sementara waktu Zainudin ingin berkonsentrasi untuk penyembuhan dirinya.
"Mohon doanya untuk operasi yang kedua ini lancar," pintanya.
Sementara itu Kapolsek Kunduran AKP Agus Budiman saat dihubungi menyatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan hingga 10 orang yang diduga pelaku.
"Akan kami terus kembangkan," tegasnya.
AKP Agus Budiman sendiri menegaskan telah menetapkan tersangka pelaku pengeroyokan.
"Sudah (ditetapkan tersangka). Tapi saya tidak hapal nama-namanya. Ini saya masih di luar kota," katanya.
Zainudin merupakan satu dari 4 korban pengeroyokan massa warga akibat tuduhan penculikan anak. Padahal saat itu Zainudin tengah lari dari kakak iparnya yang hendak meminta Zainudin berhenti untuk bicara baik-baik soal siapa yang akan mengasuh anak-anak pasangan Zainudin-Sugiarti. (*)
Gatot Aribowo