BLORA (Warta Blora.Com) - Sejumlah warga di sekitar lokasi pembangunan Pasar Induk Blora di Gabus Kelurahan Mlangsen, Blora Kota mulai mempertanyakan kemana pembuangan limbah saat pasar operasional kelak. Hal itu dikarenakan, di seputar lokasi merupakan tanah warga.
''Soal pembuangan limbah seharusnya mulai dipikirkan sekarang jika tidak, kelak dimungkinkan akan menimbulkan persoalan baru,''' ungkap Tasir, seorang warga.
Ada dua alternatif untuk pembuangan limbah pasar, yakni arah selatan ke lokasi embung Kamolan. Alternatif lainnya limbah bisa dibuang ke arah utara yakni ke saluran irigasi Gabus. ''Dua pilihan itu juga sama-sama tidak memungkinkan. Misalnya jika dibuang ke arah saluran irigasi Gabus, tentu akan menimbulkan persoalan karena irigasi itu digunakan petani untuk mengalri sawah,'' tambah Tasir.
Sebagaimana diketahui, setelah pengurugan dan pembuatan pagar di lokasi yang akan dibangun Pasar Induk Blora selesai, pembangunan Pasar Induk gabus Blora akan dilanjutkan di tahun 2017 ini, dengan dana Rp 26 Milliar. Di luar dana itu juga masih ada anggaran untuk amdal dan pengawasan.
''Dana pembangunan Pasar Induk lanjutan di tahun 2017 sebesar Rp 26 Milliar. Di luar itu masih ada anggaran unuk Amdal dan pengawasan,'' tandas Kepala Disperindagkop UMKM Blora, Maskur.
Ditanya soal tanya rencana pembangunan limbah ? Menurut Maskur untuk tahun ini penganggaran hanya untuk pembangunan fisik bagian depan. Sedangkan untuk penanganan bak sampah pihaknya akan membicarakan dengan perencana, ''untuk pembuatan bak sampah coba akan saya bicarakan dengan perencana, dananya cukup atau tidak,'' ungkapnya. (*)
Warta Blora.Com