BLORA (wartablora.com) — Cukup banyak jumlah kios yang akan dibangun di pasar Induk Gabus, Kelurahan Mlangsen, Blora Kota, yakni 272 kios. Selain itu untuk jumlah losnya akan mencapai 576 sehingga total ada 848 bangunan. ''Sesuai yang direncanakan akan kita bangun 2 los di lokasi pasar Induk yang baru di Gabus,'' ungkap Kepala Kepala Disperindagkop UMKM Blora, Maskur, Senin (20/2).
Ditanya tentang perencanaan ? Menurut Maskur, untuk penyelesaian perencanaan sudah masuk ke asistensi di DPUK dan kemungkinan besar hingga saat ini masih dalam penyempurnaan.
Di tahun 2017 ini, pembangunan Pasat Induk Blora, di seputaran Gabus, Kelurahan Mlangsen, Blora Kota akan dilanjutkan. Tidak tanggung-tanggung dana yang digelontorkan melalui APBD mencapai Rp 26 Milliar. Menurut Maskur, di luar dana itu, juga masih ada anggaran untuk Amdal dan pengawasan.
''Dana pembangunan Pasar Induk lanjutan di tahun 2017 sebesar Rp 26 Milliar. Di luar itu masih ada anggaran unuk Amdal dan pengawasan,'' tandasnya.
Sementara itu, hingga saat ini belum ada keterangan pasti apakah nanti pasar di Gabus tersebut hanya untuk dagangan basahan, sementara dilokasi Pasar induk lama akan untuk dagangan kering. Atau bisa jadi ke dua-duanya, yakni pasar Induk Blora di Gabus untuk dagangan basahan dan kering. Hanya saja baru-baru ini, sejumlah pedagang Pasar Induk menyatakan meolak untuk dipindah.
Tahun 2016
Sebagaimana diketahui, tahap awal pembangunan Pasar Induk di Gabus dimulai tahun 2016. Hanya saja karena keterbatasan waktu, pembangunan tahap awal hanya penggurugan lahan dan pembuatan pagar. Untuk keperluan pembangunan dua item itu digelontorkan dana Rp 10 Milliar lebih.
Rencana awal, membangun pasar Induk Blora muncul saat Blora dipimpin oleh Pj Bupati Dr Ir Ihwan Sudrajat MM. Waktu itu muncul anggaran dari Blora Rp 20 M, dari Pemprov Jawa Tengah Rp 10 M dan dari Kementrian Perdagangan sekitar Rp 7 M.
Waktu itu lokasi pembangunan akan tetap di lokasi Pasar Induk saat ini. Pasar tersebut akan dibangun semi Modern. Perjalanan sudah cukup panjang, yakni telah dilakukan sosialisasi pula kepada para pedagang, termasuk telah dipersiapkan lokasi relokasi untuk para pedagang selama pasar dibangun.
Hanya saja, rencana itu tiba-tiba berubah. Bupati Blora, Djoko Nugroho menghendaki dan memutuskan pasar Induk tetap akan dibangun namun lokasinya di Gabus, dan waktu pelaksanaannya di tahun 2017. (*)
Pewarta : Heru
wartablora.com