Rabu, 21 September 2016, 18:40 WIB

Dan Yonif 410 Letkol Heri Amrulloh

Jadikan 410 Ramah ke Masyarakat

Letkol (Inf) Heri Amrulloh, Dan Yonif 410/Alugoro.

Bulan Juni lalu genap satu tahun Letnan Kolonel Infanteri M Heri Amrulloh menjabat Komandan Batalyon Infenteri 410/Alugoro. Telah cukup banyak yang dilakukannya.

BAGI masyarakat Blora yang belum pernah masuk ke lingkungan markas batalyon 410, kesan "angker" dan tertutup akan terasa. Tak mudah bagi Letkol (Inf) Heri untuk mengubah kesan itu. Namun, amanat dari Pangdam IV/Diponegoro menjadikan dirinya terpacu untuk membuat baik 410.

"Pangdam (yang asli Blora) berpesan khusus untuk membuat batalyon ini jadi baik," kata lulusan Akmil tahun 1999 ini.

Letkol Heri menjabat Dan Yonif 410 sejak akhir Juni tahun lalu. Saat itu masih menjabat sementara, menggantikan Letkol (Inf) Denny Marantika yang disiapkan menjabat Dandim 0725/Sragen. Lalu Jumat (25/9/2015), ia resmi menjabat sebagai Dan Yonif 410/Alugoro, setelah serah terima tongkat komando. Sebelumnya, suami dari Fara Deni Rediana ini menjabat sementara di Perwira pembantu madya (Pabandya) Binkar Spersdam IV/Diponegoro.

"Membuat batalyon menjadi baik ini antara lain menghilangkan kesan angker yang ada di batalyon ini, sehingga bisa bersahabat dengan masyarakat. Salam, senyum, dan sapa wajib ada di penjagaan. Kami terbuka untuk masyarakat Blora," kata ayah 2 anak ini.

Walaupun terbuka ke masyarakat, kewaspadaan tetap menjadi ciri khas seorang prajurit TNI.

"Iya tetap kewaspadaan harus itu. Militan harus tetap. Tapi, kami benar-benar terbuka untuk masyarakat Blora yang ingin menggunakan fasilitas yang ada di markas ini. Ada lapangan tenis, ada lapangan basket, ada lapangan bola, volly, masyarakat bisa menggunakannya. Bahkan," tegas prajurit TNI yang pernah tugas operasi di Aceh ini, "kami akan membangun kolam renang. Sudah kami ajukan ke Kasad. Ditanya, ada gak lahannya. Oh ada, luas lahannya di sini. Mudah-mudahan bisa terealisasi. Silakan nanti masyarakat kalau mau menggunakan fasilitas kolam renang setelah ada nanti."

Letkol Heri yang telah menyelesaikan Seskoad sejak 3 tahun silam ini, punya keinginan menghiasi wajah prajurit dengan wajah yang melayani rakyat.

"Rakyat itu bukan musuh," tegasnya.

Saat awal masuk Blora, pemilik tinggi badan 163 sentimeter ini mengakui cukup awam dengan Blora.

"Bagi yang tidak tahu, Blora itu panas, sepi. Namun," kata prajurit TNI berkelahiran Mojokerto, 17 April, 39 tahun silam ini, "masyarakatnya bagus kok. Masih guyub. Bahkan, diam-diam ternyata banyak potensi SDM-nya. Banyak yang sukses kan?"

Salah satunya adalah Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Jaswandi yang menjabat sejak Juli tahun lalu.

"Ini markas kami benahi. Itu," kata Letkol Heri sambil menunjuk ke luar ruangannya, "dibantu (anggarannya) sama Pangdam. Pagar kami benahi. Dulu hanya pagar berkawat, sekarang kami benahi semua. Pintu gapura kita desain ulang. Yang barat sana kami desain minimalis."

Lulus Akademi militer (Akmil) tahun 1999, Heri Amrulloh ditugaskan di Sintang, perbatasan Malaysia dan Indonesia di Kalimantan Barat. Setelah itu dia mendapat penugasan operasi ke Ambon tahun 2002. Tahun 2003 ia mendapat penugasan operasi terpadu di Aceh. Penempatan di Aceh Besar dan Takengon. Lalu 2 kali ditugaskan operasi pengamanan perbatasan RI-Malaysia tahun 2005 dan 2009. Di tahun 2013, Heri Amrulloh lalu ditugaskan ke jajaran Kodam IV/Diponegoro. (*)



Jumat, 22 Desember 2017

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken memelopori peternak sapi di desanya untuk mengembangkan alat giling pakan ternak. Sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang dibinanya.


Senin, 26 September 2016

Bagi Jenny Yudiana, rangking di kelas itu penting. Bermula dari rangking itulah ia akhirnya menyabet juara I Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan tingkat provinsi Jawa Tengah.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved