BLORA (wartablora.com)—Ditolaknya pengiriman buku perpustakaan SMP se-Blora yang anggarannya diambilkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2011 berbuntut demo di depan kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga di Jalan Ahmad Yani Blora pada Rabu siang, 28 Desember 2011. Demo yang turut menyertakan anak-anak tersebut sempat menyoroti kinerja pemerintahan kabupaten Blora sebelum bergeser ke pengiriman buku dari konsorsium CV Lima Marito-PT Multazam Mulia Utama. Pendemo menganggap, Pemerintah Blora tak memperhatikan aspirasi masyarakat tentang buku-buku sekolah.
Demo yang diikuti tak lebih dari 50 orang tersebut ditengarai sebagai demo bayaran. Ini terlihat dari peserta demo yang diantaranya ada kenek angkutan umum, beberapa perempuan, dan anak-anak kecil.
Selain itu, sumber wartablora.com menyebut, pada malam sebelumnya telah ada pertemuan antara pihak CV Lima Marito dengan beberapa aktivis LSM. Disinyalir, dalam pertemuan tersebut ada kesepakatan untuk melakukan aksi demo ke Disdikpora Kabupaten Blora.
Beberapa aktivis LSM di Blora yang nampak turun di lapangan turut menyertai aksi demo tersebut. Beberapa diantaranya yang tak mengetahui duduk persoalan ikut dalam tanya jawab antara perwakilan pendemo dengan Wakil Bupati Blora Abu Nafi dan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Blora Slamet Pamuji.
Tanya jawab dengan Abu Nafi dan Slamet Pamuji ini dilakukan setelah pendemo sempat melempari papan nama Disdikpora dengan telur. Ramai-ramai, termasuk anak-anak ikut melemparkan telur ke papan nama tersebut. Selain itu, gelas air minum dalam kemasan juga turut dilemparkan.
Pendemo juga sempat membawa spanduk bertuliskan, "Bubarkan Pemkab Karena Tidak Pro Rakyat." Sementara aktivis dari Lembaga Kajian Budaya dan Lingkungan Pasang Surut, Eko Arifianto yang sempat berorasi malah menyinggung kasus tanah milik Kwarcab Blora.
Dalam tanya jawab tersebut, perwakilan pendemo menanyakan proses lelang yang menurut mereka telah ditetapkan pemenangnya, yakni CV Lima Marito. Selain itu mereka menanyakan proyek DAK buku yang tak kunjung dilaksanakan.
Semula, tanya jawab akan digelar di dalam Kantor Disdikpora Blora, melibatkan Kapolres Blora dan beberapa perwakilan LSM, serta Abu Nafi dan Slamet Pamuji. Namun, Eko Arifianto yang terus berorasi dengan pengeras suara membuat urung dialog itu digelar. Akhirnya, dengan mengalah, Abu Nafi dan Slamet Pamuji, didampingi Kapolres Blora keluar ke jalan raya menemui pendemo. (*)