BLORA (wartablora.com)—Sudah hampir sebulan kejadian perkosaan terhadap anak SD, namun kepolisian belum menemukan tanda-tanda keberadaan 3 pelaku. Polisi sempat mendeteksi melalui sinyal ponsel, namun tiba-tiba saja ponsel dari pelaku yang terlacak dimatikan. Kapolsek Blora Kota AKP Sudarno kepada wartablora.com, Selasa (4/10/2016) mengungkapkan hal ini.
"Sudah sempat terlacak melalui sinyal telepon genggam mereka, namun tiba-tiba saja telepon mereka mati," kata AKP Sudarno di sela-sela serah terima jabatan Kasatlantas Polres Blora.
Setelah 3 hari sejak kejadian, polisi menemukan tanda-tanda keberadaan mereka.
"Sinyal handphone itu kan bisa kami lacak, di mana-mana saja keberadaan mereka. Lalu terdeteksi mereka ada di Surabaya. Kami langsung kerahkan tim," lanjut AKP Sudarno.
Sayangnya, begitu tim baru sampai di Bojonegoro, tiba-tiba saja sinyal mereka menghilang.
"Handphone mereka tiba-tiba saja mati, sampai sekarang," kesal nada AKP Sudarno mengatakan hal ini.
Dengan terpaksa tim ditarik kembali ke Blora.
"Padahal di Surabaya, jika handphone mereka menyala, kami bisa menemukan keberadaan mereka tepatnya ada di mana," imbuhnya.
Perkosaan ini menimpa seorang anak SD pada Kamis (8/9/2016). Ada 4 pelaku perkosaan, yang seorang dapat ditangkap, yakni Gombloh. (*)