BLORA (wartablora.com)—Baru seminggu dihebohkan dengan penemuan mayat di Desa Sambongrejo, Kecamatan Ngawen, yang belakangan diketahui menjadi korban pembunuhan, warga Blora kembali dihebohkan dengan penemuan mayat di bawah jembatan Kajangan, Jalan Raya Blora-Purwodadi. Secara kebetulan pula, mayat yang ditemukan ini berasal sama dengan penemuan mayat sebelumnya, yakni asal Purwodadi. Hanya saja kali ini mayat yang ditemukan beridentitas seorang mahasiswa.
Mayat yang telah membusuk ini diketahui pertama oleh warga yang melintas pada Kamis siang, (18/08/2016). Mayat ini sudah sulit untuk dikenali. Wajahnya hitam legam, membusuk, seperti topeng yang seram. Bercelana pendek dan berkaos, mayat ini dikenali dari identitas KTP yang didapati polisi dari dompet yang dikantongi si mayat.
Dari identitas KTP yang dibawa si mayat, diketahui mayat ini bernama Zaenuri, yang tercatat sebagai warga Dusun Gatak, Desa Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Berkelahiran tahun 1993, tercatat Zaenuri di KTPnya berpekerjaan sebagai pelajar atau mahasiswa.
"Dia pernah berkuliah, sebelum bekerja jadi kuli di Gresik," demikian ujar AKP Sudarno, Kapolsek Blora Kota yang mendapat konfirmasi dari pihak keluarga.
Polisi sendiri usai mengevakuasi mayat tersebut, langsung menyusuri keluarga Zaenuri.
"Kami sudah mendapat konfirmasi dari pihak keluarga, jika (Zaenuri) ini sudah dua minggu tidak pulang, dan mengalami gangguan jiwa," lanjut AKP Sudarno.
Zaenuri telah menjadi mayat diperkirakan oleh dokter yang turut mengevakuasi, sudah lewat dari 5 hari sejak ditemukan. Diketahui Zaenuri juga membawa sebuah ponsel, dan dompet yang berisi lembaran satu lima puluhan ribu, dan satu lembaran uang seratusan ribu, juga selembar uang dolar.
"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," klarifikasi dari AKP Sudarno.
Usai dievakuasi, mayat Zaenuri dibawah ke RSUD Blora untuk otopsi lebih lanjut.
"Siang ini pula, pihak keluarga meluncur dari Purwodadi untuk mengambil jenazah," pungkas AKP Sudarno. (*)