Jumat, 29 Desember 2017, 21:40 WIB

Evaluasi Gubernur Turun, Dewan Berharap Kegiatan Berjalan Awal Tahun

Pewarta : Urip Daryanto
Dok. Pribadi Ir. H. Bambang Susilo, Ketua DPRD Kabupaten Blora.

BLORA (wartablora.com)—Ketua DPRD Blora Ir. H. Bambang Susilo menandaskan, saat ini hasil evaluasi APBD Blora tahun 2018 dari Gubernur Jawa Tengah sudah turun. Terkait hal itu jajaran dewan berharap eksekutif segera bergerak cepat supaya kegiatan pembangunan bisa berjalan di awal-awal tahun.

''Saat ini evaluasi terhadap APBD Blora 2018 sudah turun. Harapannya supaya semua pihak bergerak cepat supaya kegiatan pembangunan bisa berjalan pada awal-awal tahun,'' tandasnya, Jumat (29/12/2017).

Ditanya apakah ada perubahan yang signifikan hasil evaluasi Gubernur, menurut Ketua DPRD yang asli Kunduran itu menyatakan bahwa tidak ada perubahan yang berarti. Menurutnya, nantinya akan diumumkan bersamaan agenda rapat paripurna.

Sebagaimana diketahui, proses pembahasan anggaran di APBD Kabupaten Blora tahun anggaran 2018 telah berakhir Kamis, 30 November 2017. Bupati Blora Djoko Nugroho bersama unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Blora telah menyetujui APBD Kabupaten Blora senilai lebih Rp2,02 triliun untuk anggaran tahun depan.

Diharapkan persetujuan yang lebih awal ini dapat ditindaklanjuti Pemerintahan Bupati Djoko Nugroho untuk mempercepat penyusunan dokumen RKA dan proses lelang-lelang pembangunan infrastruktur.

Dalam penganggaran di tahun depan, Bupati dan DPRD Kabupaten Blora memproyeksikan pendapatan senilai lebih dari Rp2,02 triliun. Pendapatan ini didapat dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp190,7 miliar lebih, dana perimbangan (DAU + DAK) senilai Rp1,38 triliun lebih, dan pendapatan lain-lain senilai Rp447,81 miliar lebih.

Dari sejumlah pendapatan Rp2,02 triliun tersebut, akan dibelanjakan secara tidak langsung (Belanja Tidak Langsung) sebesar Rp1,22 triliun lebih. Belanja ini termasuk di dalamnya belanja pegawai. Sementara sisanya akan dibelanjakan secara langsung (Belanja Langsung).

Di penganggaran tahun depan, Kabupaten Blora diperkirakan akan mengalami defisit sebesar Rp36,15 miliar lebih. Defisit ini rencananya akan ditutup dengan selisih pembiayaan daerah yang diproyeksikan mencapai tak kurang Rp40 miliar.

Dalam penetapan itu, saat penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD di Rapat Paripurna yang legislatif menyoroti adanya keterlambatan pembangunan infrastruktur fisik yang masih terjadi di tahun anggaran 2017.

"Di proyek-proyek fisik, kami menyoroti proses lelang yang terlambat, padahal APBD telah ditetapkan lebih awal. Dengan keterlambatan lelang secara otomatis kualitas hasil yang diperoleh belum maksimal. Pekerjaan selalu dikejar waktu," kata Rajiman Santarko, Anggota DPRD Kabupaten Blora dari Fraksi Golkar yang membacakan Rangkuman Pemandangan Umum Fraksi DPRD Kabupaten Blora. (*)



Jumat, 22 Desember 2017

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken memelopori peternak sapi di desanya untuk mengembangkan alat giling pakan ternak. Sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang dibinanya.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved