BLORA (wartablora.com)—Aparat kepolisian Polres Blora menggelar razia di perbatasan-perbatasan antara Kabupaten Blora dengan kabupaten lainnya, Jumat (8/9/2017) pagi. Razia digelar untuk mencegah ikut sertanya warga Blora di aksi solidaritas Rohingya yang rencananya akan digelar Jumat siang.
Tiga titik perbatasan yang dirazia adalah perbatasan Blora - Bojonegoro, Blora - Purwodadi, dan Blora - Rembang.
"Kami melakukan pemeriksaan pada seluruh penumpang yang diduga akan berangkat ke Magelang. Karena aksi bela Rohingya di Candi Borobudur tidak mendapat ijin, jadi tidak ada alasan untuk pergi kesana," kata Kapolres Blora AKBP Saptono, dalam rilisnya Jumat siang.
Razia ini sebenarnya sudah dilakukan polisi sejak malam sebelumnya, setelah Polda Jateng menetapkan siaga satu sejak Kamis (7/9/2017) dan berlangsung 3 hari.
"Sesuai pernyataan Kapolda Jateng Irjen Polisi Condro Kirono, aksi bela Rohingya disebut tidak mendapatkan izin karena digelar di obyek wisata vital," kata Kapolres yang turut terjun melakukan razia.
Berbagai kendaraan yang melintas dihentikan untuk diperiksa ada tidaknya rombongan warga yang akan ikut dalam aksi solidaritas di Borobudur. Tak hanya kendaraan roda 4, kendaraan roda 2 juga ada yang dihentikan polisi untuk ditanyai tujuan kepergian.
"Ya, kami lakukan sweeping ini sebagai antisipasi saja, karena dimungkinkan ada warga kita maupun dari luar Blora yang akan pergi kesana (Candi Borobudur) untuk mengikuti aksi solidaritas itu," kata Kapolres.
Dalam sweeping tersebut, petugas tidak menemukan adanya gelombang aksi massa yang akan mengikuti aksi ke Candi Borobudur Magelang.
"Tadi kami sweeping hasilny nihil, tapi jika memang ada gelombang massa tentunya kami imbau untuk kembali. Lebih baik gelar aksi doa atau penggalangan dana di wilayah masing-masing saja," ujar Kapolres. (*)
Humas Polres Blora