BLORA (wartablora.com)—Hujan yang disertai angin kencang merobohkan satu rumah di Desa Padaan, Kecamatan Japah, Rabu (4/10/2017) siang. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Hanya saja kerugian ditanggung pemilik rumah yang tak lagi punya tempat tinggal.
Waridin, 72 tahun, pemilik rumah tersebut sehari setelah rumahnya roboh mendapat bantuan dari Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora. Bantuan ini berupa sembako, selimut, air mineral dan sejumlah peralatan rumah tangga lainnya.
"Semoga bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban," kata Sri Rahayu, Kepala BPBD Kabupaten Blora.
Dikatakannya, saat ini telah memasuki musim peralihan dari kemaru ke penghujan.
"Saat ini akan memasuki musim hujan yakni musim peralihan atau pancaroba. Biasanya akan disertai angin dan petir," katanya.
Dalam dua hari terakhir, angin kencang telah menyebabkan musibah dialami beberapa warga Blora. Sehari sebelum robohnya rumah Waridin, di Sambong angin kencang menyebabkan pohon tumbang yang jatuh menimpa kendaraan roda 4 melintas. Dua orang meninggal—satunya meninggal di tempat dan satunya meninggal beberapa saat kemudian—dalam musibah ini.
"Kami imbau masyarakat waspada dan hati-hati bila ada hujan disertai angin," Sri mengingatkan.
Dalam bulan yang sama di tahun lalu, di wilayah Kecamatan Japah dan di Kecamatan Ngawen, tepatnya di desa Pengkolrejo dan desa Bogowanti, 4 rumah roboh diterjang angin kencang. Dalam musibah ini, satu orang meninggal. Di hari yang sama, di Kecamatan Randublatung, juga terjadi angin kencang yang menyebabkan dua rumah roboh.
"Di bulan-bulan Oktober - November memang musimnya pancaroba yang ditandai dengan turunnya hujan beberapa kali dengan sesekali disertai potensi angin kencang dan petir. Kondisi tersebut kerap mengakibatkan listrik padam, pohon tumbang," imbuh Sri. (*)
Editor: Gatot Aribowo
Ist.