BLORA (wartablora.com)—Pascakejadian angin puting beliung yang menerjang 4 desa di wilayah Kecamatan Ngawen dan Kecamatan Japah, SD Bogowanti tetep beraktivitas seperti biasa. SD yang turut terdampak angin puting beliung ini Senin pagi (31/10/2016) mengerahkan murid-muridnya yang duduk di kelas 4, 5, dan 6 untuk bersih-bersih lingkungan sekolah.
Sejak jam 7 pagi, kegiatan upacara bendera ditiadakan sekolah ini.
"Bagaimana mau upacara, lha tempatnya saja akan dipakai untuk menjemur buku-buku yang basah," kata Siti Khotijah, guru kelas 6 SD Bogowanti kepada wartablora.com, Senin pagi.
Pohon mangga yang ada di pelataran sekolah ini turut tumbang diterjang puting beliung. Pelataran sekolah depan pintu gerbang hingga Senin siang masih belum dibersihkan. Ranting dan daun berserakan. Beberapa batang pohon yang akhirnya ditebang pihak sekolah masih tergeletak di pelataran.
"Ini tadi kita tebang sekalian pohonnya," kata Siti Khotijah.
Sekolah, kata Siti, tetap memberikan pelajaran untuk anak-anak kelas satu hingga tiga sejak jam 7 pagi. Sementara anak-anak kelas 4 ke atas disuruh untuk bergotong royong bersih-bersih lingkungan sekolah yang terdampak angin puting beliung.
"Sejak pagi yang kami meniadakan upacara, anak-anak kita kerahkan bersih-bersih, dibantu guru-guru yang tidak memberikan jam pelajaran," kata Siti.
Sebagian anak bersih-bersih di belakang sekolah. Sebagian lagi mengumpulkan buku-buku yang basah dan dibawa ke pelataran untuk dijemur. Beberapa meja di ruang kelas dikeluarkan untuk tempat menjemur.
"Ini tadi bersih-bersihnya hingga jam istirahat pertama," kata Siti, Senin siang.
Beruntung buku-buku yang basah ini tak mengalami kerusakan parah. Sebagian mengalami sobekan-sobekan yang masih bisa dipakai untuk bacaan.
Angin puting beliung menerjang 4 desa pada Sabtu sore pekan lalu. Dari 4 desa yang diterjang, Desa Bogowanti termasuk yang terdampak buruk. Sejumlah 4 rumah dilaporkan roboh akibat bencana ini. Sementara seorang meninggal akibat tertimpa bangunan. (*)
wartablora.com