Kamis, 16 Februari 2017, 20:48 WIB

Pascaputing-beliung Purwosari, Warga Berbenah

wartablora.com Rasi, warga RT 01/RW 01 Dukuh Mogo, Desa Purwosari, Kecamatan Blora, yang rumahnya terdampak angin puting beliung tengah membersihkan puing-puing asbes, Kamis (16/2/2017).

BLORA (wartablora.com)—Warga RT 01/RW 01 Dukuh Mogo, Desa Purwosari, Kecamatan Blora yang rumahnya rusak akibat angin puting beliung mulai berbenah. Sebagian warga yang genteng rumahnya berhamburan, Kamis (16/2/2017), telah diganti dengan baru. Sementara seorang nenek yang Rabu sore (15/2/2017) tertimpa reruntuhan genteng akibat adanya puting beliung ini masih istirahat.

Suparmi, 70 tahun, tertimpa reruntuhan genteng saat puting beliung melanda daerah Purwosari pada Rabu sore. Genteng menimpa tulang iganya menyebabkan dadanya masih terasa sakit setelah sehari kejadian.

"Dada saya masih sakit. Setiap batuk terasa sakitnya. Ini kaki saya juga masih terasa sakitnya," kata Suparmi saat dijenguk wartablora.com, Kamis sore (16/2/2017).

Saat kejadian Suparmi tengah menyapu halaman samping rumah. Genteng rumah berterbangan, lalu berjatuhan. Sialnya ada genteng rumah yang menimpa tubuh Suparmi.

"Ini seharian nenek istirahat," kata Tamijan, anak Suparmi.

Tamijan adalah salah satu warga yang rumahnya mengalami kerusakan saat puting beliung yang melanda Desa Purwosari. Ia mengklaim mengalami kerugian hingga Rp2 juta. Kerugian yang diklaim ini lebih sedikit dari kerugian yang diklaim Rasi, tetangga samping rumahnya.

Suparmi, 70 tahun, warga yang tertimpa genteng saat terjadi puting beliung masih beristirahat ditunggui anak dan menantunya.

"Saya," kata Rasi, "ada lebih 45 lembar asbes yang diterbangkan puting beliung. Selembar asbes harganya Rp90 ribu."

Rasi, Kamis sore (16/2/2017) saat ditemui wartablora.com masih belum membenahi atap rumah belakangnya yang beratas asbes. Dua kendaraan roda 4 yang kesehariannya ia gunakan untuk mengangkut sayur-sayuran buat dijual di Sulang, ia inapkan di rumah adiknya.

"Saya kemarin (Rabu, 15/2/2017) menyaksikan sendiri angin puting beliung itu menyapu wilayah ini," kata Rasi memberikan kesaksiannya.

Angin itu berlari dari depan SPBE Medang menuju selatan sejauh 200-an meter. Angin menerjang kios di pinggir jalan, lalu merobohkan tiang-tiang listrik.

Salah satu kios di depan SPBE Medang yang runtuh akibat puting beliung. (Foto: Istimewa)

"Ada 2 menit bolak-balik sebelum lari ke arah kami," kisah Rasi.

Jarak rumah Rasi dengan jalan raya tak kurang 500-an meter, dipisahkan sawah. Angin menerjang pepadian sebelum menerjang rumah Rasi yang letaknya paling pinggir bersebelahan dengan persawahan.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Sri Rahayu, mengatakan, angin puting beliung yang terjadi Rabu sore mengakibatkan 6 tiang listrik roboh dan 10 rumah rusak. (*)



Jumat, 22 Desember 2017

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken memelopori peternak sapi di desanya untuk mengembangkan alat giling pakan ternak. Sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang dibinanya.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved