BLORA (wartablora.com)—Penjaringan massa Bela Islam 3 di wilayah hukum Polres Blora gagal. Pihak otoritas kepolisian di Blora menyebut hanya ada 13 orang yang berangkat ke Jakarta untuk ikut dalam aksi 2 Desember besok. Keberangkatan sejumlah 13 orang ini pun tak serentak. Mereka berangkat sendiri-sendiri dengan berkelompok.
Kapolres Blora AKBP Surisman mencatat, 13 orang yang berangkat ini terbagi dalam 3 kelompok. Mereka berasal dari Kecamatan Ngawen, Kecamatan Kunduran, dan Kecamatan Todanan.
"Hanya ada 13 orang yang berangkat. Mereka adalah kelompoknya Jatmiko dari Kunduran, kelompoknya Deden dari Ngawen, dan kelompoknya Zaini dari Todanan. Mereka berangkat sendiri-sendiri dengan berkelompok," kata Kapolres kepada wartablora.com, Kamis siang (1/12/2016).
Dari kelompoknya Zaini, kata Kapolres, yang berangkat ada 5 orang. Sementara dari kelompoknya Deden ada 4.
"Sedangkan kelompoknya Jatmiko ini semuanya berasal dari organisasi HTI (Hizbut Tahrir indonesia). Ada 4 orang, termasuk Jatmiko yang berangkat," imbuh Kapolres.
Sementara Zaini dan Deden bukan dari organisasi manapun.
"Keduanya ini ustadz," ujar Kapolres.
AKBP Surisman menepis isu adanya ratusan orang yang berangkat untuk ikut aksi 2 Desember besok di Jakarta.
"Tidak ada itu. Kita sudah melakukan pengawasan melekat kepada siapa saja yang ada di wilayah hukum kami. Hanya sejumlah itu (13 orang) yang berangkat. Pengawasan melekat ini sudah kita lakukan jauh-jauh hari. Kita telah melakukan penghalangan perekrutan massa dari kelompok-kelompok tersebut. Hanya kelompok itu yang bergerak. Lainnya tidak ada. Jatmiko yang katanya akan membawa ratusan massa, sudah kita cegah di masyarakat. Kita sudah melakukan pendekatan persuasif ke mereka semua," jelasnya.
Sebelumnya, beredar isu adanya keberangkatan ratusan orang dengan membawa 3 bis. Informasi dari otoritas Pemerintahan Kabupaten Blora menyebut ada 55 orang. Selain dari Todanan, Ngawen, dan Kunduran yang disebutkan Kapolres, otoritas di Pemkab Blora mencatat ada juga dari Randublatung dan Kaliwangan, Blora.
"Tidak. Tidak ada itu. Sekali lagi, kita sudah melakukan pengawasan melekat di lapangan. Jadi hanya 13 orang itu saja yang berangkat," tegas sekali lagi Kapolres. (*)
wartablora.com