SAMBONG (wartablora.com)—Diduga akibat korsleting, satu unit rumah semi permanen milik Rakiyanto di Desa Gadu, Kecamatan Sambong, habis terbakar. Tak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini. Namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta.
Peristiwa kebarakan yang menimpa Rakiyanto ini terjadi Kamis pagi (8/9/2016).
"Awalnya yang terbakar televisi mereka," kata Kapolsek Sambong, AKP Joko Priyono, dalam rilisnya yang dikirim ke wartawan.
"Kamis pagi, kurang lebihnya jam 6, terjadinya kebakaran itu," lanjut Kapolsek.
Saat itu, ujar Kapolsek, pihaknya langsung mendapat kontak telepon dari korban akan terjadinya kebakaran tersebut.
"Rokhani, orang tua korban yang mengetahui kebakaran itu bermula. Ketika itu ia sedang memberi makan ayam di belakang rumah. Saat masuk ke rumah, ia terkejut. Televisinya terbakar," kisah Kapolsek.
Dalam keadaan panik, Rokhani bergeges keluar rumah dan teriak minta tolong ke tetangga-tetangganya.
"Dia dibantu Warsi, tetangga dekat korban, coba memadamkan api yang tengah membakar televisi tersebut. Tapi ternyata tak hanya televisi yang terbakar. Dari kamar anaknya Rakiyanto, juga terjadi kebakaran," kata Kapolsek.
Dari keterangan anaknya Rakiyanto, sambung Kapolsek, peralatan listik saat itu sedang dalam keadaan tercolok ke terminal-terminal listrik.
"Kami duga ini akibat dari hubungan arus pendek listrik. Sebab dari keterangan yang bersangkutan, saat itu dirinya sedang nge-cas (men-charger) handphone di kamarnya. Posisi kipas angin juga masih di colokan. Raket nyamuk juga. Bisa jadi akibat dari ini semua," imbuh Kapolsek.
Akibat kebakaran ini, Rakiyanto juga turut kehilangan kendaraan roda empat Honda Accord. Selain itu kendaraan roda dua yang turut terbakar: Honda Beat dan Honda CBR.
"Korban memperkirakan kerugian mencapai Rp300 juta," tulis Kapolsek Sambong AKP Joko Priyono dalam rilisnya. (*)
Humas Polsek Sambong