BLORA (Warta Blora.Com) - Slogan "Bersepeda Lebih Baik Untuk Anak-Anak" akan terus didengungkan oleh jajaran Satlantas Polres Blora ke seluruh sekolah hingga ke pelosok pedesaan. Pasalnya, menurut Kasatlantas Polres Blora, AKP Febriyani Aer SIK, program tersebut cukup efektif untuk menekan kecelakaan lalulintas yang melibatkan anak sekolah maupun anak remaja.
''Evaluasi kami, program itu cukup efektif untuk menekan angka kecelakaan lalulintas. Terbukti hingga akgir Januari ini tidak ada kecelakaan yang melibatka anak-anak, remaja maupun pelajar. Untuk itu kami akan terus blusukan ke sekolah-sekolah untuk terus membumikan slogan ''Bersepeda Lebih Baik Untuk Anak-anak'','' tandas Kasatlantas AKP Febriyani,
Untuk program umum dalam rangka menekan angka kecelakaan lalulintas ? Dikemukakan, Saatlantas Blora akan mendirikan sejumlah pos pantau di daerah-daerah yang rawan lakalantas. Disamping memaksimalkan patroli lakalantas, memasang papan himbauan di daerah rawan lakalantas.
Dari pantauan, di awal tahun 2017 ini, sudah terjadi satu kecelakaan, yakni di jalan raya Blora - Rembang tepatnya di Desa Tambaksari, Kecamatan Blora Kota. Yakni antar sepeda motor dimana merenggut nyawa pengendara Honda Beat.
Naik
Sebagaimana diketahui, di tahun 2016, angka kecelakaan lalu lintas di Blora mengalami kenaikan dibanding peristiwa yang sama di tahun 2015. Di tahun 2016, tercatat ada 507 peristiwa kecelakaan lalu lintas dengan kerugian materiil sejumlah Rp274,3 juta. Sementara di tahun 2015 tercatat peristiwa 453 peristiwa dengan kerugian materiil sejumlah Rp 332,1 juta.
Untuk jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2016 ada sebanyak 92 orang. Jumlah ini turun dibandingkan tahun 2015, yakni korban meninggal dunia sejumlah 101 orang.
"Untuk jumlah korban yang mengalami luka berat sebanyak 37 orang dan korban dengan luka ringan sejumlah 682 orang," jelas AKP Febriyani Aer.
Sementara itu di tahun 2015, jumlah korban yang mengalami luka berat sejumlah 66 orang dan luka ringan sejumlah 569 orang. Berdasarkan kelompok usia, hingga jelang akhir tahun di tahun 2016 ini, dari kecelakaan yang ada terbanyak dialami kelompok usia 16 hingga 25 tahun, yakni ada sejumlah 264 orang. (*)
Warta Blora.Com