Senin, 16 Januari 2017, 17:16 WIB

Akan Terus Didengungkan, Slogan ''Bersepeda Lebih Baik Untuk Anak-Anak''

Warta Blora.Com Foto : dok. Satlantas Polres Blora

BLORA (Warta Blora.Com)  - Slogan "Bersepeda Lebih Baik Untuk Anak-Anak" akan terus didengungkan oleh jajaran Satlantas Polres Blora ke seluruh sekolah hingga ke pelosok pedesaan. Pasalnya, menurut  Kasatlantas Polres Blora, AKP Febriyani Aer SIK,  program tersebut cukup efektif untuk menekan kecelakaan lalulintas yang melibatkan anak sekolah maupun anak remaja.

''Evaluasi kami, program itu cukup efektif untuk menekan angka kecelakaan lalulintas. Terbukti hingga akgir Januari ini tidak ada kecelakaan yang melibatka anak-anak, remaja maupun pelajar. Untuk itu kami akan terus blusukan ke sekolah-sekolah untuk terus membumikan slogan ''Bersepeda Lebih Baik Untuk Anak-anak'','' tandas Kasatlantas AKP Febriyani,

Untuk program umum dalam rangka  menekan angka kecelakaan lalulintas ? Dikemukakan, Saatlantas Blora akan  mendirikan sejumlah pos pantau di daerah-daerah yang rawan lakalantas.  Disamping  memaksimalkan patroli lakalantas, memasang papan himbauan di daerah rawan lakalantas.

Dari pantauan, di awal tahun 2017 ini, sudah terjadi satu kecelakaan, yakni di jalan raya Blora - Rembang tepatnya di Desa Tambaksari, Kecamatan Blora Kota. Yakni antar sepeda motor dimana merenggut nyawa pengendara Honda Beat.

Naik

Sebagaimana diketahui,  di tahun  2016, angka kecelakaan lalu lintas di Blora mengalami kenaikan dibanding peristiwa yang sama di tahun 2015. Di tahun 2016, tercatat ada 507 peristiwa kecelakaan lalu lintas dengan kerugian materiil sejumlah Rp274,3 juta. Sementara di tahun 2015 tercatat peristiwa 453 peristiwa dengan kerugian materiil sejumlah Rp 332,1 juta.

Untuk  jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2016 ada sebanyak 92 orang. Jumlah ini  turun dibandingkan tahun  2015, yakni  korban meninggal dunia sejumlah 101 orang.

"Untuk  jumlah korban yang mengalami luka berat sebanyak 37 orang dan korban dengan luka ringan sejumlah 682 orang," jelas  AKP Febriyani Aer.

Sementara itu  di tahun 2015,  jumlah korban yang mengalami luka berat sejumlah 66 orang dan luka ringan sejumlah 569 orang. Berdasarkan kelompok usia, hingga jelang akhir tahun di tahun 2016 ini, dari  kecelakaan yang ada  terbanyak dialami  kelompok usia 16 hingga 25 tahun, yakni  ada sejumlah 264 orang. (*)



Jumat, 22 Desember 2017

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken memelopori peternak sapi di desanya untuk mengembangkan alat giling pakan ternak. Sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat yang dibinanya.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved