Jumat, 07 April 2017, 17:43 WIB

Satlantas Polres Blora Berlakukan e-Tilang

Ari Prayudhanto/wartablora.com Polisi menggelar razia di Jalan Sumbawa, Blora. Dalam razia ini didapati 50-an pelanggar. Kini pelanggar dapat membayar denda tilangnya langsung lewat ATM.

BLORA (wartablora.com)—Tilang elektronik, atau dikenal dengan e-tilang, telah diberlakukan Satlantas Polres Blora sejak pekan terakhir di bulan lalu. Dengan tilang secara elektronik ini pelanggar bisa langsung membayar denda saat kena tilang. Denda bisa dibayarkan di bank yang ditunjuk.

"Kita sudah mulai menerapkan e-tilang bagi pengendara kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Pelanggar boleh memilih untuk membayar denda pelanggaran di Bank atau di ATM BRI terdekat," kata KBO Satlantas Polres Blora Iptu Markus saat menggelar razia sepeda motor di Jalan Sumbawa Blora, Jumat pagi (7/04/2017).

Dengan e-tilang ini pelanggar tak harus mengikuti sidang di PN Blora.

"Dengan berlakunya program sistem e-tilang ini sangat memudahkan pelanggar jika dibandingkan dengan harus mengikuti jalannya persidangan," ujarnya.

Untuk membayar denda caranya pun relatif mudah. Pelanggar kena tilang, di surat tilangnya warna biru yang tertera nomor Briva nantinya dipakai untuk syarat pembayaran denda di bank atau ATM.

"Sebelum ditilang, kami berusaha menjelaskan kepada para pelanggar mengenai dasar hukum dan ketentuan e-tilang. Setelah itu pelanggar bisa langsung membayar denda," katanya.

Penerapan e-tilang ini kata Iptu Markus bertujuan untuk memberikan kepastian hukum kepada para pelanggar.

"Sekaligus sebagai bentuk transparansi dan profesionalitas kami sebagai petugas dalam melakukan tindakan penegakan hukum," tandasnya.

Sementara itu dalam razia di Jumat pagi itu, setidaknya ada sekitar 50 pelanggar yang terjaring razia. Masih sama seperti sebelumnya, pelanggar banyak ditemukan tidak memiliki atau membawa SIM atau STNK. Juga didapati pelanggar yang tidak memiliki kelengkapan keselamatan berkendara.

"Dalam operasi ini kami hampir tidak mendapati pelanggar dari anak-anak sekolah. Ini sudah jauh berkurang dibanding bulan-bulan lalu," ungkap Iptu Markus.

Berkurangnya pelangar dari kalangan anak-anak sekolah menurutnya merupakan keberhasilan program Camot, yang merupakan akronim dari cegah anak-anak mengendarai motor.

"Ini dampaknya sudah terlihat di beberapa operasi yang telah kita lakukan beberapa hari terakhir," tutupnya. (*) 



Kamis, 08 Desember 2016

Tak lagi mudah, tapi mengajarkan tantangan. Tak hanya tangkas dalam teori, namun harus tangkas dalam praktik. Itulah yang akan anda alami saat mengikuti ujian SIM C. Bagaimana seluk beluk ujiannya? Wartawan kami, Gatot Aribowo menuliskannya untuk anda.


Rabu, 03 Mei 2017

Sudah sering donor darah, tapi masih takut lihat jarum suntik dan darahnya sendiri. Selalu berdebar saat jarum hendak menusuk lengannya.


Juni 2017

Gencarnya polisi merazia pemakai kendaraan baiknya disikapi lebih arif dari warga negara. Tak perlu curiga bahwa polisi sedang mencari-cari kesalahan.


Back to Top
copyright © wartablora dotcom 2026
All right reserved